BDx Data Centers memperoleh fasilitas pinjaman senilai 320 juta dolar AS pada April 2026. Pendanaan ini dipimpin oleh Bank Permata, BCA, dan KB Bank, dan akan digunakan untuk mempercepat pengembangan infrastruktur pusat data berbasis kecerdasan buatan (AI) di sejumlah lokasi di Indonesia.
Perusahaan menyatakan dana tersebut akan dialokasikan untuk memperluas CGK3, kompleks pusat data BDx di kawasan central business district (CBD) Jakarta yang telah beroperasi sejak September 2025. Fasilitas ini dirancang untuk mendukung beban kerja AI dengan kebutuhan daya tinggi, termasuk penggunaan teknologi liquid cooling yang diklaim lebih hemat energi.
CEO BDx Data Centers Mayank Srivastava mengatakan pendanaan tersebut mendukung visi perusahaan dalam mendorong pertumbuhan ekosistem digital dan AI di Asia. Menurutnya, fasilitas yang dikembangkan BDx ditujukan untuk kebutuhan “AI Factories” yang melayani beban kerja GPU berkepadatan sangat tinggi, dengan fokus pada efisiensi energi dan skalabilitas jangka panjang.
Selain pengembangan CGK3, pendanaan juga digunakan untuk refinancing dengan persyaratan yang lebih menguntungkan. BDx juga akan meningkatkan kapasitas jaringan tegangan tinggi di kampus pusat data Jatiluhur (CGK4) dan Suryacipta (CGK5) menjadi 1,2 GVA.
BDx menyebut kampus-kampus tersebut tengah dikembangkan untuk memenuhi permintaan pelanggan hyperscaler dan AI dari Amerika Serikat serta kawasan regional. Perusahaan menilai investasi infrastruktur pusat data hemat energi ini strategis seiring pertumbuhan pasar digital Indonesia dan meningkatnya kebutuhan adopsi AI serta layanan cloud di kawasan.
Dalam pernyataannya, BDx menyampaikan apresiasi kepada para Mandated Lead Arrangers, termasuk Bank Permata, BCA, dan KB Bank, yang dinilai menjadi bagian penting dalam mendukung rencana ekspansi perusahaan.