Jakarta: Penyaluran bantuan sosial (bansos) triwulan kedua dijadwalkan mulai April 2026. Pada periode ini, penerima akan mendapatkan bantuan untuk tiga bulan, yakni April hingga Juni.
Menteri Sosial Syaifullah Yusuf (Gus Ipul) memastikan penyaluran bansos tidak terdampak kebijakan efisiensi anggaran. Namun, ia menyebut konflik di Timur Tengah berpotensi membuat satuan harga bansos menjadi kurang relevan dengan harga kebutuhan yang berlaku.
"Kemarin Pak Presiden bilang dengan efisiensi BBM tidak akan mengurangi dana bansos," ujar Gus Ipul kepada awak media di Jakarta, beberapa waktu lalu.
Kementerian Sosial mengingatkan bahwa data penerima bansos bersifat dinamis. Karena itu, masyarakat yang sebelumnya menerima bansos pada triwulan pertama disarankan mengecek kembali status penerimaannya untuk triwulan kedua.
Pengecekan status penerima dapat dilakukan menggunakan Nomor Induk Kependudukan (NIK) 16 digit yang tercantum pada KTP. Penerima manfaat yang dapat dicek mencakup Bansos Sembako dan Program Keluarga Harapan (PKH).
Pengecekan dapat dilakukan secara daring melalui laman https://cekbansos.kemensos.go.id/ atau lewat aplikasi Cek Bansos Kemensos. Untuk pengecekan melalui situs, langkah-langkahnya sebagai berikut:
1) Masukkan NIK 16 digit sesuai KTP.
2) Ketikkan huruf kode yang tertera dalam kotak.
3) Jika huruf kode kurang jelas, klik refresh melalui ikon yang tersedia.
4) Klik tombol “CARI DATA”.
Selain melalui situs, Kemensos juga menyediakan aplikasi “Cek Bansos” yang dapat diunduh melalui Google Play Store. Cara menggunakannya:
1) Buka Google Play Store di ponsel Android.
2) Cari aplikasi “Cek Bansos” dari Kementerian Sosial RI.
3) Unduh dan instal aplikasi.
4) Buka aplikasi, lalu pilih menu “Cari Penerima Bansos”.
5) Isi data wilayah dan nama sesuai KTP.
6) Ketuk tombol pencarian untuk melihat hasil.
Aplikasi tersebut juga menyediakan fitur pengaduan bagi warga yang merasa layak menerima bantuan namun belum terdaftar. Jika status penerima masih tercatat, penyaluran bansos dilakukan melalui Himpunan Bank Negara (Himbara) dan BSI.