PT Bank Jago Tbk memperkuat ekosistem keuangan digitalnya melalui pengembangan fitur Kantong (Pockets) dan Analisis Pengeluaran (Spend Analysis) di Aplikasi Jago. Penguatan ini ditujukan untuk membantu nasabah lebih disiplin dalam mengelola uang serta memahami pola belanja secara lebih terukur.
Head of Digital Lending Business Bank Jago, Irene Santoso, mengatakan fitur Kantong memungkinkan pengguna memisahkan uang berdasarkan tujuan. Menurutnya, cara ini mengadopsi kebiasaan masyarakat Indonesia yang mengelola keuangan menggunakan wadah fisik, namun kini dikemas dalam bentuk digital.
“Cara mengatur uang ini terbukti efektif mendorong pengguna Aplikasi Jago menjadi lebih disiplin dalam menempatkan uang dan mencapai tujuan keuangannya,” ujar Irene di Jakarta, Senin (20/4/2026).
Berdasarkan data hingga Maret 2026, sebanyak 15,2 juta pengguna tercatat telah memanfaatkan total 43,2 juta Kantong. Rata-rata setiap pengguna memiliki hampir tiga Kantong untuk kebutuhan yang berbeda.
Selain itu, Bank Jago menyediakan fitur Analisis Pengeluaran yang didukung teknologi machine learning. Fitur ini secara otomatis mengelompokkan transaksi agar nasabah dapat melihat pos pengeluaran terbesar secara lebih akurat.
Untuk menjawab kebutuhan transparansi aset, Bank Jago juga menghadirkan tampilan investasi terintegrasi. Melalui satu tab di Aplikasi Jago, nasabah dapat melihat portofolio investasi yang tersebar di berbagai platform mitra. Fitur ini terhubung dengan Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) serta mitra ekosistem digital seperti Bibit dan Stockbit.
Irene menyebut tantangan investor saat ini bukan lagi terbatasnya pilihan instrumen, melainkan informasi aset yang tersebar dan tidak saling terhubung. Dengan tampilan portofolio yang terkonsolidasi, nasabah diharapkan dapat mengambil keputusan finansial yang lebih tepat.
“Seni berinvestasi bukan hanya tentang memilih instrumen yang tepat, tetapi juga memahami seluruh portofolio yang kita miliki. Dengan informasi yang lengkap dalam satu aplikasi, nasabah dapat mengambil keputusan finansial yang lebih tepat,” kata Irene.
Bank Jago menyatakan penyempurnaan fitur ini sejalan dengan aspirasinya untuk meningkatkan kesempatan tumbuh berjuta orang melalui solusi keuangan digital yang berfokus pada kebutuhan hidup.
Di sisi lain, Bank Jago mencatat pertumbuhan perilaku investasi nasabah. Jumlah pengguna Aplikasi Jago yang terhubung dengan platform investasi mitra seperti Bibit dan Stockbit tumbuh 38,2% secara tahunan per 31 Desember 2025. Data internal Bank Jago menunjukkan portofolio nasabah didominasi reksa dana 44%, disusul saham 42% dan obligasi 14%.
Minat di pasar modal juga tercermin dari pembukaan Rekening Dana Nasabah (RDN) Bank Jago yang disebut naik lebih dari dua kali lipat sepanjang 2025.