PT Bank Jago Tbk menghadirkan tampilan terintegrasi yang memungkinkan nasabah memantau seluruh portofolio investasi lintas platform dalam satu tab di Aplikasi Jago. Fitur ini terhubung dengan data Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) serta mitra ekosistem digital.
Head of Digital Lending Business Bank Jago Irene Santoso mengatakan integrasi tersebut ditujukan untuk mengkonsolidasikan portofolio investasi agar pengguna dapat lebih percaya diri dalam mengambil keputusan finansial. Menurut Irene, nasabah dapat melihat portofolio investasi secara menyeluruh dengan syarat memiliki Rekening Dana Nasabah (RDN) Bank Jago sebagai penghubung utama.
Dengan integrasi itu, nasabah memperoleh gambaran 360 derajat atas portofolio investasi yang ditempatkan di platform mitra seperti Bibit dan Stockbit maupun platform lainnya.
Brand & Strategy Lead Bank Jago Aprilia Safitri menambahkan, fitur ini dihadirkan untuk mengurangi “noise” informasi aset investasi yang tersebar, sekaligus memudahkan nasabah yang menggunakan beberapa aplikasi dalam memantau portofolionya. Melalui kolaborasi dengan KSEI, Bank Jago juga mendorong masyarakat, khususnya investor pemula, agar lebih aktif berinvestasi dengan memberikan visibilitas menyeluruh atas penempatan dana pada platform investasi.
Bank Jago mencatat minat pengguna untuk berinvestasi di pasar saham meningkat, tercermin dari pembukaan RDN Bank Jago yang naik lebih dari dua kali lipat sepanjang 2025. Per 31 Desember 2025, jumlah pengguna Aplikasi Jago yang terhubung dengan platform investasi mitra Bibit dan Stockbit juga meningkat 38,2 persen secara tahunan (year on year/yoy).
Dari komposisi penempatan dana, reksa dana menjadi pilihan investasi terbesar dengan porsi 44 persen, disusul saham 42 persen dan obligasi 14 persen.
Perseroan menyampaikan Aplikasi Jago terus berkembang, tidak hanya untuk menabung dan bertransaksi, tetapi juga menjadi tempat nasabah menempatkan serta menumbuhkan aset secara lebih menyeluruh. Sejak awal, Aplikasi Jago menghadirkan fitur Kantong untuk memisahkan uang ke dalam berbagai pos sesuai tujuan, terinspirasi dari kebiasaan masyarakat Indonesia memisahkan uang ke dalam wadah berbeda berdasarkan kebutuhan.
Per Maret 2026, Bank Jago mencatat sekitar 43,2 juta Kantong telah digunakan oleh 15,2 juta pengguna, dengan rata-rata hampir tiga Kantong per pengguna. Dari berbagai jenis fitur yang tersedia, Kantong Pengeluaran menjadi yang paling banyak digunakan untuk kebutuhan harian seperti makanan, jajan, dan pengeluaran rutin lainnya.
Selain itu, Kantong juga dimanfaatkan untuk membayar tagihan, kebutuhan bisnis, hingga alokasi dana musiman seperti Tunjangan Hari Raya (THR), Lebaran, dan kurban.