Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI) Kementerian Komunikasi dan Digital bersama Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sangihe menyiapkan langkah mitigasi untuk menghadapi dampak perbaikan mendesak pada kabel serat optik bawah laut Palapa Ring Tengah segmen Tahuna–Melonguane.
Perbaikan tersebut dipastikan menyebabkan pemutusan layanan telekomunikasi dan informasi secara total di wilayah Kabupaten Kepulauan Sangihe dan Kabupaten Kepulauan Sitaro selama sembilan hari, diperpanjang dari rencana awal enam hari. Masa pemutusan dijadwalkan berlangsung pada 16 hingga 24 April 2026, bertepatan dengan aktivitas Restoration/Marine Operation.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Kepulauan Sangihe, Ronald Lumiu, mengatakan pemerintah daerah telah mengambil langkah strategis dengan berkoordinasi bersama penyedia layanan seluler, khususnya Telkomsel, untuk menyiapkan jalur komunikasi cadangan. “Kami sudah berkoordinasi dengan Telkomsel untuk mengantisipasi risiko melalui pengaktifan sistem radiolink,” ujar Ronald. Upaya ini diharapkan dapat membantu kebutuhan komunikasi darurat saat jaringan utama dinonaktifkan.
Ronald juga menyampaikan bahwa tidak seluruh akses komunikasi diperkirakan terhenti. Menurutnya, sekitar 104 titik layanan internet milik BAKTI yang tersebar di desa-desa, sekolah, dan puskesmas di Sangihe diprediksi tetap beroperasi normal. “Jaringan khusus BAKTI di desa, puskesmas, dan sekolah itu tidak terdampak,” katanya.
Sementara itu, Direktur Utama BAKTI, Fadhilah Mathar, melalui surat pemberitahuan resmi bernomor 136/BAKTI.31/PI.02.01/03/2026, mengimbau masyarakat di kedua kabupaten untuk melakukan persiapan selama periode pemutusan. Ia menyatakan perbaikan ini perlu dilakukan untuk mencegah kerusakan permanen pada infrastruktur tulang punggung internet di wilayah utara Indonesia serta menjaga stabilitas layanan ke depan.
BAKTI dan pemerintah daerah juga memperkuat koordinasi dengan aparat keamanan dan unsur pemerintahan setempat untuk memitigasi potensi gangguan keamanan dan sosial selama masa pemadaman komunikasi. Informasi perbaikan tersebut turut ditembuskan kepada Menteri Komunikasi dan Digital serta Gubernur Sulawesi Utara.
Masyarakat diimbau menyesuaikan agenda yang membutuhkan koneksi internet, mengunduh data penting sebelum periode pemutusan, serta mencari informasi lokasi titik layanan internet BAKTI terdekat yang diperkirakan tetap berfungsi.