Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyatakan perusahaan energi asal Italia, Eni, siap menanamkan investasi senilai 10 miliar dolar AS atau setara Rp150 triliun di Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim). Investasi tersebut diarahkan untuk pengembangan produksi gas alam di lepas pantai Kaltim, tepatnya di Selat Makassar.
Menurut Bahlil, investasi Eni difokuskan pada lapangan gas alam di Blok Jangkrik dan Blok Merakes. Ia mengatakan produksi dari dua ladang yang berdekatan itu diyakini dapat meningkatkan pasokan gas untuk memenuhi kebutuhan pasar energi, baik domestik maupun ekspor.
Bahlil menyampaikan keterangan itu saat ditemui di sela pembukaan Musyawarah Daerah (Musda) Partai Golkar Kaltim di Samarinda, Sabtu (19/7). Ia menambahkan, investasi tersebut direncanakan mulai berproduksi pada 2027.
Dalam keterangannya, Bahlil juga menyinggung kondisi ekonomi global yang dinilainya sedang tidak stabil seiring eskalasi politik dan ketegangan internasional akibat perang di sejumlah wilayah. Meski demikian, ia menilai komitmen investasi dari perusahaan Eropa seperti Eni menjadi kabar baik bagi Indonesia, khususnya Kaltim, karena dinilai dapat mempercepat perputaran ekonomi daerah.
Ia menyebut investasi tersebut dipastikan berdampak pada pertumbuhan ekonomi daerah serta serapan tenaga kerja, baik dari Kaltim maupun skala nasional. Selain itu, pemerintah akan mengupayakan agar Eni menyerahkan sebagian participating interest (PI) kepada Provinsi Kaltim, sehingga dana bagi hasil (DBH) untuk daerah tersebut dapat meningkat.
Eni merupakan perusahaan energi yang berkantor pusat di Roma, didirikan pada 1953, dan beroperasi di sektor minyak bumi, gas alam, serta petrokimia. Perusahaan ini disebut telah beroperasi di lebih dari 70 negara.