Asosiasi Wanita Cerdas (AWC) menggelar Mom Expo 2024 bertema talkshow bisnis dan parenting dengan subtema “Ibu Produktif Keluarga Bahagia, Bisnis Jalan Anak Bahagia” di Edu Global School Medan, Komplek OCBC, Jalan Gagak Hitam No.1A, Kota Medan, Minggu (8/12/2024).
Acara ini diikuti sekitar 100 peserta yang didominasi ibu rumah tangga dari Kota Medan dan Deli Serdang. Founder komunitas AWC, Asri Wahyuni, mengatakan kegiatan tersebut menyoroti peran ibu rumah tangga agar tetap produktif sekaligus menjadi sosok ibu yang mendukung kebahagiaan anak.
“Seorang ibu juga tetap bisa produktif meskipun dia dari rumah, jadi ketika dia produktif anaknya juga bahagia. Temanya ini bertujuan agar para Mom (ibu) tetap semangat berbisnis meski dari rumah dan bisa membantu perekonomian keluarga,” kata Asri.
Mom Expo 2024 menghadirkan sejumlah pengisi acara, di antaranya influencer dan pengusaha Tiffani Tjendra, dokter spesialis anak dr. Ari Kurniasih, pengusaha sekaligus owner Mowiee Indonesia Alween Ong, serta Asri Wahyuni.
Asri menjelaskan materi yang disampaikan mencakup topik parenting dan bisnis. dr. Ari Kurniasih membahas tumbuh kembang anak untuk membantu ibu memahami perannya, sementara sesi lain menyoroti bisnis serta peran konten kreator.
“Hari ini kita memang mengusung temanya bisnis, konten kreator dan juga Parenting. Jadi, ketika bisnis di zaman sekarang itu para ibu harus melek digital dan saya sebagai konten kreator juga berbagi dalam pemaparan diskusi tadi,” ujar Asri.
Selain talkshow, rangkaian kegiatan Mom Expo 2024 juga diisi dengan Poundfit, sharing session, pemeriksaan mata gratis, serta berbagai perlombaan seperti lomba mewarnai, fashion show, dan DIY bucket.
Menurut Asri, Mom Expo baru pertama kali digelar. Ia menyebut AWC juga rutin mengadakan kegiatan bulanan, termasuk seminar-seminar bagi para perempuan. Melalui kegiatan ini, ia berharap para ibu semakin bersemangat untuk tetap produktif dari rumah. Asri juga menyampaikan rencana penyelenggaraan Mom Expo 2025.
Dalam kesempatan yang sama, Tiffani Tjendra membagikan pengalamannya membangun usaha hingga aktif di dunia digital selama 10 tahun. Ia menuturkan awalnya tidak langsung menjadi konten kreator, melainkan memulai dari usaha kecil dan belajar mempromosikan dagangannya sendiri.
“Saya gak langsung menjadi konten kreator, dulu masih jualan-jualan kecil, berawal dari belajar untuk mempromosikan jualan sendiri. Lalu, belajar membuat video agar tampak menarik, kemudian mencoba menjadi konten kreator,” kata Tiffani.
Tiffani mengungkapkan ia memulai bisnis sejak kelas 1 SMA dengan berjualan takoyaki. “Kenapa jualan, karena sudah tidak ada ayah dan ingin mendapatkan uang saku sendiri jadi jualan-jualan dan teman-teman banyak yang mendukung,” ujarnya.
Saat ini, ia menjalankan usaha Pisang Goreng Presiden di Jalan Cik Ditiro dan tengah menekuni usaha minuman kaleng walet. Ia juga mengakui telah melalui berbagai tantangan dalam berbisnis.
“Sebagai tipsnya kepada ibu-ibu, pertama adalah bisnis apapun sama aja yang penting mau usaha, dan yang kedua tetap mau improvisasi,” ucapnya.