BERITA TERKINI
Apple Dikabarkan Buka Siri iOS 27 ke Lebih Banyak AI Pihak Ketiga, Mac Pro Resmi Disetop

Apple Dikabarkan Buka Siri iOS 27 ke Lebih Banyak AI Pihak Ketiga, Mac Pro Resmi Disetop

Apple dikabarkan sedang mengubah strategi kecerdasan buatan (AI) mereka. Jika sebelumnya perusahaan disebut berupaya mengejar pemain besar AI lewat pengembangan fitur internal, kini fokusnya dilaporkan bergeser untuk menjadikan iPhone, Siri, dan App Store sebagai platform bagi layanan AI yang lebih luas.

Laporan Bloomberg pada Senin (30/3/2026) menyebut Apple berencana membuka Siri agar dapat terhubung dengan lebih banyak layanan AI pihak ketiga melalui fitur baru di iOS 27. Dengan pendekatan ini, ketika pengguna mengajukan pertanyaan yang tidak bisa dijawab Siri secara langsung, pelimpahan jawaban tidak harus selalu mengarah ke ChatGPT. Pengguna disebut dapat memilih layanan AI yang ingin digunakan, selama integrasi tersebut diizinkan oleh aplikasi terkait.

Saat ini, ChatGPT memang telah digunakan sebagai jalur pelimpahan untuk pertanyaan tertentu di Siri. Namun, dalam iOS 27 Apple disebut ingin mengambil pendekatan yang lebih terbuka dan tidak lagi memposisikan Siri sebagai satu-satunya asisten untuk berbagai kebutuhan.

Masih menurut laporan tersebut, Apple juga menyiapkan bagian khusus bernama “Extensions” di App Store. Bagian ini digambarkan sebagai marketplace untuk integrasi AI pihak ketiga, yang memungkinkan pengembang meluncurkan layanan atau alat mereka. Di sisi lain, Apple tetap diuntungkan melalui distribusi platform dan komisi App Store.

Meski demikian, informasi ini masih sebatas laporan dan rumor. Apple baru memastikan jadwal WWDC 2026, tetapi belum mengungkap rincian resmi terkait Siri baru, iOS 27, maupun rencana marketplace AI di App Store.

Di luar isu AI, Apple juga mengambil langkah besar di lini perangkat keras. Perusahaan resmi mengumumkan penghentian produksi (discontinued) Mac Pro, lini komputer desktop paling bertenaga mereka, yang menandai berakhirnya era desain tower ikonik Apple seiring fokus beralih ke ekosistem Mac Studio.

Laporan 9to5Mac yang dikutip Minggu (29/3/2026) menyebut Apple telah menghapus Mac Pro dari situs resminya per Kamis sore waktu setempat. Laman pembelian Mac Pro kini dialihkan ke halaman utama kategori Mac, dan seluruh referensi perangkat tersebut telah dihilangkan. Apple juga mengonfirmasi tidak memiliki rencana merilis perangkat keras Mac Pro di masa depan.

Mac Pro pertama kali diperkenalkan pada 2006 sebagai penerus Power Mac G5. Selama bertahun-tahun, perangkat ini dikenal sebagai standar tertinggi bagi profesional kreatif. Namun, transisi ke Apple Silicon mengubah peta produk. Meski sempat diperbarui dengan chip M2 Ultra pada Juni 2023, posisinya makin terjepit. Ketika Apple meluncurkan chip M3 Ultra pada Mac Studio tahun lalu, Mac Pro tetap bertahan di harga USD 6.999 (sekitar Rp 118 juta) tanpa pembaruan spesifikasi.

Dengan keputusan tersebut, Mac Studio kini menjadi desktop kelas “Pro” Apple. Perangkat ringkas ini disebut menawarkan konfigurasi maksimal dengan chip M3 Ultra, CPU 32-core, GPU 80-core, dukungan memori terpadu hingga 256GB, serta penyimpanan SSD 16TB.

Pensiunnya Mac Pro juga menyederhanakan portofolio desktop Apple menjadi tiga model utama: iMac 24 inci dengan chip M4, Mac mini dengan chip M4 dan M4 Pro, serta Mac Studio dengan opsi chip M4 Max dan M3 Ultra. Di sektor portabel, Apple turut memperkuat lini dengan kehadiran MacBook Neo sebagai opsi entry-level terbaru, berdampingan dengan MacBook Air dan MacBook Pro.

Sejumlah analis menilai formasi tersebut membuat lini produk Mac menjadi salah satu yang paling solid dalam sejarah Apple karena mencakup beragam kebutuhan performa dan rentang harga.

Adapun spekulasi alasan penghentian Mac Pro dikaitkan dengan fitur baru di macOS Tahoe 26.2. Pembaruan itu disebut memperkenalkan fitur low-latency yang memungkinkan penggunaan RDMA melalui Thunderbolt 5, sehingga pengguna dapat menghubungkan beberapa unit Mac untuk meningkatkan performa secara skalabel. Inovasi ini dinilai dapat menggantikan fungsi ekspansi internal yang selama ini menjadi nilai jual utama Mac Pro di segmen ultra high-end.