BERITA TERKINI
Aplikasi Penipuan Lolos App Store Kembali Disorot, Kerugian Pengguna Disebut Capai Jutaan Dolar

Aplikasi Penipuan Lolos App Store Kembali Disorot, Kerugian Pengguna Disebut Capai Jutaan Dolar

JAKARTA — App Store kembali menjadi sorotan setelah munculnya sejumlah kasus aplikasi penipuan yang berhasil lolos dari proses kurasi dan merugikan pengguna. Dalam beberapa pekan terakhir, beberapa insiden mencuat, termasuk penghapusan aplikasi Freecash terkait dugaan penjualan data pengguna, serta aplikasi kripto palsu yang disebut menyebabkan kerugian hingga sekitar 9,5 juta dolar AS sebelum akhirnya ditarik.

Rangkaian kasus tersebut memunculkan pertanyaan mengenai efektivitas sistem peninjauan App Store, yang selama ini kerap dijadikan Apple sebagai alasan utama untuk mempertahankan kontrol ketat atas ekosistem iPhone.

Data industri menunjukkan jumlah aplikasi baru yang diajukan ke App Store pada kuartal pertama 2026 meningkat tajam. Angkanya disebut melampaui 235.000 aplikasi, naik sekitar 84 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. Lonjakan ini memperbesar beban tim peninjau Apple, yang tidak hanya memeriksa aplikasi baru, tetapi juga pembaruan dari aplikasi yang sudah beredar.

Apple selama ini menyatakan telah menolak jutaan aplikasi dan menghapus puluhan juta ulasan spam. Namun, kasus-kasus terbaru mengindikasikan masih ada celah, terutama dalam mendeteksi aplikasi yang menyamar sebagai layanan sah atau yang berubah fungsi setelah melewati verifikasi awal.

Sejumlah aplikasi penipuan dilaporkan menggunakan modus “bait and switch”, yakni menampilkan fungsi yang tampak wajar saat diajukan, lalu beralih menjadi alat penipuan setelah mendapatkan persetujuan. Celah lain yang disorot adalah penggunaan nama yang mirip dengan aplikasi resmi, misalnya melalui variasi ejaan, yang dinilai semestinya dapat dikenali secara otomatis oleh sistem.

Kritik juga mengarah pada pengawasan terhadap pembaruan aplikasi. Pembaruan dinilai kerap tidak melalui pemeriksaan seketat aplikasi baru, sehingga membuka peluang perubahan fungsi yang berujung pada praktik penipuan.

Isu ini muncul di tengah meningkatnya tekanan regulator global terhadap Apple, terutama terkait dominasi dan kebijakan komisi App Store. Apple berulang kali menekankan bahwa kontrol ketat diperlukan untuk melindungi pengguna. Namun, bertambahnya kasus penipuan dinilai dapat melemahkan posisi tersebut di hadapan regulator, terlebih jika kepercayaan terhadap sistem kurasi menurun dan dorongan untuk membuka akses ke toko aplikasi pihak ketiga semakin menguat.

Dalam beberapa kasus, tindakan Apple disebut baru dilakukan setelah muncul laporan media atau keluhan publik. Kondisi ini memunculkan persepsi bahwa respons perusahaan masih cenderung reaktif, bukan preventif. Di sisi lain, Apple belum memberikan penjelasan rinci mengenai langkah konkret untuk menghadapi lonjakan aplikasi bermasalah tersebut.

Secara struktural, Apple menghadapi tantangan menjaga kualitas dan keamanan di tengah skala ekosistem yang terus membesar. Dengan miliaran pengguna dan ratusan ribu aplikasi baru setiap tahun, memastikan seluruh konten benar-benar aman menjadi pekerjaan yang semakin kompleks. Namun bagi pengguna, ekspektasinya tetap sama: App Store diharapkan menjadi tempat yang aman untuk mengunduh aplikasi.