BERITA TERKINI
Aplikasi Jago Tambah Fitur Analisis Pengeluaran Berbasis Machine Learning, Pengguna Kantong Capai 43,2 Juta

Aplikasi Jago Tambah Fitur Analisis Pengeluaran Berbasis Machine Learning, Pengguna Kantong Capai 43,2 Juta

Jakarta – PT Bank Jago Tbk mencatat hingga Maret 2026, sebanyak 15,2 juta pengguna Aplikasi Jago telah memakai total 43,2 juta Kantong. Dengan angka tersebut, rata-rata setiap pengguna memiliki hampir tiga Kantong untuk mengelola keuangannya.

Sejak diluncurkan, Aplikasi Jago menghadirkan fitur Kantong (pockets) yang memungkinkan pengguna memisahkan dana ke berbagai pos sesuai tujuan keuangan. Konsep ini mengadopsi kebiasaan sebagian masyarakat Indonesia yang membagi uang ke beberapa wadah terpisah, misalnya amplop, sesuai kebutuhan.

Bank Jago menyebut Kantong Pengeluaran menjadi jenis Kantong yang paling banyak digunakan, terutama untuk kebutuhan harian seperti makanan, jajan, dan pengeluaran rutin lainnya. Selain itu, Kantong juga dimanfaatkan untuk membayar tagihan, kebutuhan bisnis, hingga alokasi dana musiman seperti Tunjangan Hari Raya (THR), Lebaran, dan kurban.

Head of Digital Lending Business Bank Jago Irene Santoso mengatakan cara mengatur uang melalui Kantong mendorong pengguna lebih disiplin dalam menempatkan dana dan mencapai tujuan keuangan. Pernyataan itu disampaikan pada Jumat, 17 April 2026, bertepatan dengan penanda lima tahun perjalanan Aplikasi Jago sejak April 2021.

Dalam pengembangan terbarunya, Aplikasi Jago meluncurkan fitur Analisis Pengeluaran (Spend Analysis) untuk membantu pengelolaan dan perencanaan keuangan. Fitur ini memuat rincian pemasukan dan pengeluaran yang telah dikategorikan.

Dengan dukungan teknologi machine learning, aplikasi mengelompokkan transaksi secara otomatis, sekaligus tetap memberi ruang bagi nasabah untuk menyesuaikan kategori sesuai kebutuhan. Bank Jago menyatakan fitur ini ditujukan agar pengguna lebih mudah memahami pos pengeluaran terbesar dan mengontrol keuangan dengan lebih baik.

Di sisi lain, Bank Jago mencermati peningkatan aktivitas investasi pengguna. Per 31 Desember 2025, jumlah pengguna Aplikasi Jago yang terhubung dengan platform investasi mitra Bibit dan Stockbit meningkat 38,2 persen secara tahunan. Berdasarkan porsi instrumen, reksa dana menjadi pilihan terbesar sebesar 44 persen, disusul saham 42 persen dan obligasi 14 persen.

Irene juga menyebut minat investasi di pasar saham terlihat dari pembukaan Rekening Dana Nasabah (RDN) Bank Jago yang naik lebih dari dua kali lipat sepanjang 2025.

Seiring meningkatnya kebutuhan untuk memantau aset, Bank Jago menghadirkan tampilan terintegrasi yang memungkinkan nasabah melihat portofolio investasi dari berbagai platform dalam satu tab di Aplikasi Jago. Fitur ini terhubung dengan Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) serta platform investasi mitra yang sudah ada, seperti Bibit dan Stockbit.

Menurut Irene, tantangan yang dihadapi pengguna bukan lagi terbatasnya pilihan instrumen, melainkan informasi aset investasi yang tersebar dan tidak saling terhubung, sehingga berisiko membuat keputusan berdasarkan informasi yang tidak lengkap.