Profesor Akrim resmi dilantik sebagai Rektor Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) untuk masa jabatan 2026–2030 pada Selasa (28/4/2026). Dalam kepemimpinannya, Akrim menargetkan transformasi UMSU menjadi kampus digital berkelas dunia yang unggul dalam riset dan inovasi berdampak.
Dalam pidato perdananya, rektor kelahiran 1979 itu menegaskan arah kepemimpinan yang akan dijalankan berbasis nilai transformatif, inklusif, dan humanis. “Transformatif dalam menghadirkan perubahan dan kemajuan, inklusif dalam merangkul semua potensi, dan humanis dalam menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan dan kebersamaan,” ujarnya.
Akrim menyebut visi tersebut sebagai langkah strategis untuk melanjutkan sekaligus meningkatkan capaian kepemimpinan sebelumnya di bawah Agussani. Menurutnya, estafet kepemimpinan tidak berhenti pada keberlanjutan program, tetapi harus menghadirkan akselerasi kemajuan institusi. “Sebagai murid dari Profesor Agussani, kami tidak ingin sekadar melanjutkan. Kami bertekad untuk meningkatkan dan melampaui. Kami yakin setiap guru yang hebat ingin anak muridnya tumbuh lebih tinggi dan melangkah lebih jauh,” katanya.
Selama periode 2026–2030, Akrim menetapkan dua agenda strategis utama, yakni menyukseskan Muktamar Muhammadiyah dan ’Aisyiyah ke-49 serta memperkuat posisi UMSU menuju rintisan universitas kelas dunia. Ia menyampaikan setidaknya terdapat tiga indikator keberhasilan muktamar, yaitu sukses persiapan, sukses pelaksanaan, dan sukses hasil. “Dengan kebersamaan insya Allah ini bisa kita capai,” tuturnya.
Untuk mencapai target tersebut, UMSU akan memperkuat enam pilar utama yang meliputi riset dan inovasi, kualitas akademik dan sumber daya manusia, internasionalisasi, tata kelola kepemimpinan, pendanaan berkelanjutan, serta pengembangan fasilitas dan infrastruktur.
Selain itu, Akrim juga menyiapkan delapan program prioritas, di antaranya pengembangan kurikulum berbasis kebutuhan masa depan, peningkatan digitalisasi layanan kampus, penguatan riset dan publikasi internasional, serta perluasan kerja sama dengan dunia industri dan pemerintah guna mendukung visi Indonesia Emas 2045.
Di sisi lain, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti turut menyampaikan apresiasi atas pelantikan tersebut. Ia menyatakan optimistis sinergi antara kepemimpinan baru dan sebelumnya akan memperkuat posisi UMSU sebagai perguruan tinggi unggul. Menurutnya, kolaborasi di lingkungan UMSU diharapkan mampu melahirkan kader persyarikatan, umat, dan bangsa yang tangguh serta berdaya saing global.