Akamai Technologies memperkenalkan serangkaian kapabilitas baru berbasis kecerdasan buatan (AI) untuk platform Guardicore Segmentation. Pembaruan ini ditujukan untuk memperkuat penerapan keamanan Zero Trust di lingkungan hybrid dan multicloud yang semakin kompleks.
Zero Trust merupakan strategi keamanan untuk jaringan multicloud modern yang tidak lagi berfokus pada perimeter jaringan. Dalam pendekatan ini, kebijakan keamanan diterapkan pada setiap koneksi individual antara pengguna, perangkat, aplikasi, dan data.
Akamai menyebut langkah tersebut sebagai respons terhadap perubahan cepat pada beban kerja (workloads), di mana pelaku peretasan kini mampu mengeksploitasi pergerakan lateral lebih cepat dibanding kemampuan respons tim keamanan konvensional. Perusahaan juga menilai alat mikrosegmentasi lama (legacy) kerap membuat organisasi ragu menerapkan kontrol keamanan karena keterbatasan visibilitas.
Kapabilitas terbaru ini memanfaatkan AI untuk mendeteksi, memahami, dan menjelaskan perilaku aplikasi secara lebih mendalam. Dari pemahaman itu, AI kemudian menghasilkan kebijakan keamanan presisi yang disebut siap diterapkan secara instan, sehingga organisasi dapat mempercepat inisiatif segmentasi sekaligus memperkuat kontrol menghadapi ancaman berbasis AI yang semakin otomatis.
Menurut Akamai, fitur baru tersebut dibangun di atas empat pilar utama: Continuous Discovery untuk menjaga pemahaman dan visibilitas yang selalu mutakhir sebagai fondasi Zero Trust; Customer-specific Intelligence untuk memahami karakteristik unik tiap aplikasi dan beban kerja; Proof-driven Enforcement untuk memungkinkan penegakan kebijakan berbasis data valid guna menekan risiko gangguan operasional tanpa menambah personel; serta Continuous Assurance untuk memastikan pengurangan risiko yang terukur secara berkelanjutan.
Salah satu kemampuan yang ditekankan adalah simulasi dampak kebijakan sebelum diterapkan. Dengan memvalidasi kesiapan sistem lebih dulu, risiko kesalahan operasional yang berpotensi menghentikan layanan bisnis disebut dapat ditekan.
Akamai juga memperkenalkan fitur Continuous Risk Containment, yang melakukan analisis mendalam dengan mengorelasikan deteksi kerentanan dan penegakan segmentasi. Selain itu, tersedia alur kerja khusus bagi pemilik aplikasi (delegated application owner) yang ditujukan untuk mempercepat proses persetujuan dan mengurangi hambatan operasional, terutama di perusahaan berskala besar.
Senior Vice President dan General Manager Enterprise Security Akamai, Ofer Wolf, mengatakan inovasi ini mengubah cara organisasi mengelola risiko. Ia menyatakan kapabilitas AI tersebut terus belajar mengenai risiko dan perilakunya, mengubah intelijen menjadi perlindungan yang siap digunakan, memvalidasi keamanan sebelum berdampak pada sistem, serta membantu organisasi memperkecil celah serangan.
Guardicore Segmentation ditujukan bagi organisasi yang mengelola beban kerja TI hybrid, cloud, Kubernetes, hingga AI. Fokusnya adalah menekan risiko ransomware dan pergerakan lateral, sekaligus membantu perusahaan memenuhi persyaratan audit, kepatuhan (compliance), serta tata kelola yang kian ketat.