Laporan yang dirilis VTV pada 7 Maret mengungkap aktivitas teknis dan teknologi tim Xôi Lạc TV yang disebut tidak hanya mengandalkan platform darurat pelanggar hak cipta, tetapi juga berinvestasi mengembangkan aplikasi khusus untuk menonton konten ilegal di perangkat seluler dan smart TV.
Dalam laporan tersebut disebutkan, perangkat lunak yang dibuat kelompok ini diklaim mampu melewati lapisan penyaringan Google dan Apple agar bisa masuk ke toko aplikasi resmi. Aplikasi yang dimaksud bernama Monplayer, dirilis pada Juni 2025 dan kerap diiklankan selama pertandingan di jaringan TV Xôi Lạc.
Berdasarkan data AppFigure, Monplayer disebut diunduh puluhan ribu kali setiap bulan. Aplikasi itu menyamar sebagai layanan streaming video dengan sejumlah fitur tambahan, namun pada praktiknya digunakan untuk menayangkan konten bajakan serta melewati upaya pemblokiran dari penyedia jaringan domestik.
Secara teknis, Monplayer dilaporkan dapat menerima siaran langsung melalui tautan daftar putar M3U, tautan IPTV, atau sumber JSON. Selain aplikasi, jaringan ini juga membuat situs web lain untuk menyediakan tautan akses ke konten bajakan.
Konten yang ditawarkan disebut tidak terbatas pada sepak bola atau olahraga lain, tetapi juga mencakup film, komik, hingga video pornografi bajakan. Dengan penggunaan aplikasi, pemirsa diklaim tidak perlu lagi mencari tautan ke situs bajakan setiap kali situs tersebut diblokir oleh penyedia internet. Monplayer juga tersedia untuk Android TV agar dapat ditonton di layar yang lebih besar. Laporan itu menyebut aplikasi tersebut masih tersedia di Google Play dan App Store hingga saat ini.
Sebelumnya, pada 5 Maret, Departemen Keamanan Siber dan Pencegahan Kejahatan Teknologi Tinggi (Departemen A05, Kementerian Keamanan Publik) mengumumkan telah berkoordinasi dengan Kepolisian Provinsi Hung Yen untuk menuntut 30 orang terkait dugaan pelanggaran hak cipta, penyelenggaraan perjudian, dan perjudian.
Menurut Departemen A05, sistem “Xoi Lac TV” menunjukkan tanda-tanda mendistribusikan dan menyiarkan ulang secara ilegal konten yang secara sah dimiliki pemegang hak cipta. Sistem tersebut juga disebut menyertakan iklan, tautan, dan mekanisme pengalihan ke platform yang terkait dengan aktivitas perjudian.
Dalam konferensi pers, perwakilan Kepolisian Provinsi Hung Yen menyatakan bahwa saat penggeledahan, pihaknya menemukan banyak anak muda terlibat dalam sistem tersebut. Hasil penyelidikan polisi mengidentifikasi para pelaku utama sebagai pihak yang merekrut karyawan muda, termasuk yang bergelar sarjana hingga magister, dan memiliki keterampilan teknologi yang tinggi.