BERITA TERKINI
WIFI Kantongi Lisensi Operasional FWA 5G, Siap Komersialisasi Layanan “Internet Rakyat”

WIFI Kantongi Lisensi Operasional FWA 5G, Siap Komersialisasi Layanan “Internet Rakyat”

PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI) atau Surge mengumumkan telah menuntaskan uji laik operasi dan mengantongi lisensi operasional untuk layanan Fixed Wireless Access (FWA) berbasis 5G. Dengan perolehan izin tersebut, perusahaan menyatakan siap mengomersialkan produk bertajuk “Internet Rakyat”.

Uji laik operasi dilakukan melalui anak usaha, PT Telemedia Komunikasi Pratama, sebagai tahapan yang harus dipenuhi setelah perusahaan memenangkan lelang pita frekuensi 1,4 GHz pada Oktober 2025. Pengujian mencakup performa jaringan, stabilitas dan kualitas koneksi, keandalan sistem, serta kesiapan infrastruktur.

Menurut perusahaan, hasil pengujian melampaui standar minimum yang ditetapkan Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) dan menunjukkan kecepatan unduh hingga 100 Mbps. Layanan “Internet Rakyat” direncanakan dipasarkan dengan tarif Rp100 ribu per bulan, kuota unlimited, dan ditargetkan menjadi opsi akses internet terjangkau.

Direktur Utama Telemedia Komunikasi Pratama sekaligus Direktur WIFI, Shannedy Ong, menyatakan perusahaan berkomitmen mendorong pemerataan akses internet dan mempercepat transformasi digital. Ia menyebut jumlah pendaftar pra-registrasi telah mencapai lebih dari 1,1 juta pengguna.

Shannedy menambahkan, layanan tersebut dirancang sebagai solusi konektivitas yang inklusif, cepat diterapkan, dan efisien dari sisi infrastruktur. Ia juga berharap layanan ini dapat menjadi alternatif untuk memperluas penetrasi internet nasional serta mendukung aktivitas ekonomi, pendidikan, dan layanan publik digital.

Perusahaan juga menyoroti pemanfaatan pita 1,4 GHz untuk layanan FWA sebagai implementasi komersial pertama di dunia yang menggunakan spektrum tersebut. Menurut Shannedy, langkah ini dinilai cocok untuk memperluas akses internet terjangkau di wilayah padat penduduk maupun area yang memiliki keterbatasan infrastruktur kabel.

Untuk mempercepat pembangunan jaringan, WIFI sebelumnya menjalin kerja sama dengan PT Pos Properti Indonesia. Melalui kerja sama itu, perusahaan memperoleh akses terhadap sekitar 2.931 titik aset di berbagai wilayah strategis untuk mendukung pembangunan infrastruktur jaringan, termasuk pemasangan tiang Base Transceiver Station (BTS), penempatan perangkat Optical Line Terminal (OLT), serta pemanfaatan ruang atau gedung untuk penyimpanan material.

Direktur Utama WIFI, Yune Marketatmo, mengatakan lokasi kantor pos yang menjadi potensi kerja sama berada di area strategis, tersebar dari pusat kota hingga pelosok Indonesia. Ia menilai ketersediaan ruang di aset-aset tersebut memadai untuk mendukung ekspansi, baik untuk pembangunan menara FWA maupun penempatan perangkat OLT guna mendukung layanan fiber to the home (FTTH).

Yune menyebut pemanfaatan aset kantor pos dapat mempercepat proses implementasi karena perizinan lokasi dinilai sudah tersedia. Ia mengatakan pembangunan menara dapat dilakukan lebih cepat dibanding membangun di lokasi baru.

Pada tahap awal, implementasi kerja sama untuk layanan FWA akan dimulai di Region 1 yang mencakup Jawa, Maluku, dan Papua. Sementara untuk layanan FTTH, cakupannya disebut bersifat nasional, dengan prioritas awal di wilayah tertentu, yakni Jawa dan Sumatra serta sebagian Kalimantan yang disebut telah dilakukan peluncuran beberapa bulan sebelumnya.

Terkait aspek biaya, Yune menegaskan fokus utama perusahaan bukan semata penghematan, melainkan menentukan harga jual agar tetap terjangkau. Ia menyebut dengan kerja sama tersebut perusahaan dapat mengendalikan biaya sehingga tetap berpeluang memperoleh keuntungan meski menawarkan tarif Rp100 ribu untuk FWA 100 Mbps maupun Rp100 ribu untuk FTTH 200 Mbps.