BERITA TERKINI
WIFI Kantongi Lisensi Operasional FWA 1,4 GHz, Siap Luncurkan Layanan Internet Rakyat

WIFI Kantongi Lisensi Operasional FWA 1,4 GHz, Siap Luncurkan Layanan Internet Rakyat

PT Solusi Sinergi Digital Tbk (SURGE) dengan kode saham WIFI memantapkan ekspansinya di bisnis konektivitas nasional melalui rencana peluncuran layanan Fixed Wireless Access (FWA) 1,4 GHz. Melalui anak usaha PT Telemedia Komunikasi Pratama, perseroan menyatakan telah mengantongi lisensi operasional setelah menyelesaikan Uji Laik Operasi (ULO) untuk produk IRA – Internet Rakyat.

Perseroan menilai keberhasilan ULO menjadi penanda kesiapan ekosistem bisnis WIFI untuk meluncurkan layanan FWA 1,4 GHz secara komersial. Layanan IRA juga diklaim sebagai implementasi komersial pertama di dunia yang memanfaatkan pita frekuensi 1,4 GHz, sekaligus menjadi langkah strategis SURGE untuk memperluas akses internet tetap yang terjangkau, inklusif, dan berkelanjutan.

Pelaksanaan ULO dilakukan setelah PT Telemedia Komunikasi Pratama memenangkan lelang pita frekuensi 1,4 GHz pada Oktober 2025. Dalam proses pengujian, regulator mengevaluasi performa jaringan, stabilitas koneksi, keandalan sistem, serta kesiapan infrastruktur pendukung.

Berdasarkan hasil uji kecepatan, layanan IRA disebut mampu melampaui standar kecepatan unduh minimum yang ditetapkan Kementerian Komunikasi dan Digital, yakni hingga 100 Mbps, baik saat pengujian menggunakan laptop maupun ponsel.

Manajemen menilai pemanfaatan pita frekuensi 1,4 GHz memberikan keunggulan kompetitif secara teknis, antara lain penetrasi sinyal indoor yang kuat, jangkauan luas, koneksi stabil, serta efisiensi biaya pembangunan jaringan. Karakteristik tersebut membuat layanan FWA IRA dinilai cocok untuk wilayah dengan kepadatan perumahan tinggi maupun area yang masih terbatas infrastruktur kabel.

Direktur Utama PT Telemedia Komunikasi Pratama sekaligus Direktur PT Solusi Sinergi Digital Tbk, Shannedy Ong, menyebut pencapaian ini sebagai fase penting menuju monetisasi layanan. “Ini menjadi milestone strategis untuk mempercepat realisasi layanan IRA secara komersial, terutama bagi masyarakat yang telah melakukan preregistration, yang jumlahnya sudah lebih dari 1,1 juta,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Rabu (28/1/2026).

Dari sisi induk usaha, WIFI menyebut capaian tersebut memperkuat posisinya sebagai emiten infrastruktur digital dengan model bisnis terintegrasi, mulai dari jaringan serat optik hingga broadband tetap berbasis nirkabel. SURGE menilai IRA akan melengkapi jaringan fiber yang telah dibangun, sekaligus menjadi solusi untuk memperluas penetrasi internet nasional tanpa ketergantungan penuh pada pembangunan jaringan kabel yang memerlukan waktu dan biaya besar.

IRA – Internet Rakyat dirancang untuk memenuhi kebutuhan konektivitas rumah tangga dan pelaku usaha kecil dengan pendekatan yang dinilai efisien dan mudah diimplementasikan. Ke depan, PT Telemedia Komunikasi Pratama dijadwalkan segera melakukan peluncuran komersial layanan tersebut.

SURGE menyatakan optimistis layanan FWA 1,4 GHz akan menjadi salah satu pilar pertumbuhan perseroan, baik sebagai sumber pendapatan baru maupun sebagai bagian dari upaya pemerataan akses internet nasional. Perseroan juga menargetkan IRA dapat mempercepat transformasi digital Indonesia serta memperluas basis pelanggan broadband tetap, sejalan dengan visi untuk mewujudkan akses informasi yang setara bagi masyarakat.