BERITA TERKINI
Wi-Fi di Bali Tetap Menyala Saat Nyepi, Paket Data Ponsel Pribadi Diputus

Wi-Fi di Bali Tetap Menyala Saat Nyepi, Paket Data Ponsel Pribadi Diputus

Jaringan internet tanpa kabel (Wi-Fi) di Bali tetap aktif saat Hari Suci Nyepi Tahun Caka 1948. Akses Wi-Fi, termasuk yang terpasang di rumah tangga, dilaporkan tetap tersambung dan dapat digunakan secara normal.

Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik (Diskominfos) Kota Denpasar, Gde Wirakusuma, menjelaskan Wi-Fi tetap menyala terutama untuk mendukung kebutuhan di objek-objek vital. Menurutnya, layanan internet diperlukan bagi sektor yang tetap menjalankan aktivitas, seperti rumah sakit, kantor kepolisian, dan tempat tertentu yang membutuhkan akses internet.

“Kenapa internet masih berjalan? Karena ada beberapa sektor yang tetap menjalankan kegiatannya, yang didukung oleh internet, seperti rumah sakit, kepolisian, dan tempat tertentu yang harus didukung oleh internet,” kata Wirakusuma saat dikonfirmasi, Senin, 2 Maret 2026.

Meski Wi-Fi tetap dapat diakses, Wirakusuma menyebut paket data pada ponsel milik pribadi akan diputus. Kebijakan tersebut, kata dia, merupakan upaya untuk mendorong umat Hindu di Bali lebih khusyuk menjalankan Nyepi, khususnya dalam melaksanakan Catur Brata Penyepian.

Ia menjelaskan, Catur Brata Penyepian mencakup Amati Geni, Amati Karya, Amati Lelungan, dan Amati Lelanguan. Wirakusuma juga mengajak umat Hindu melaksanakan brata dengan lebih khusyuk, mengingat Nyepi merupakan kearifan lokal Bali yang tidak semua daerah dapat menerapkannya.

Menurutnya, Nyepi juga menjadi kesempatan bagi bumi untuk “bernafas” selama satu hari. Ia berharap masyarakat menghentikan sejenak aktivitas, termasuk aktivitas di dunia digital, untuk melakukan introspeksi diri atau mulat sarira—merenungkan apa yang telah dilakukan pada tahun sebelumnya serta merencanakan langkah pada tahun yang baru.

“Mari kita berhenti sejenak dan merenung untuk membuat resolusi tahun ke depan. Inilah yang menjadi dasar mengapa internet pribadi dalam paket data dimatikan. Ini yang membedakan antara kepentingan umum dan kepentingan pribadi,” ujarnya.

Selain pengaturan akses internet, televisi dan radio juga tidak diperkenankan bersiaran untuk mendukung pelaksanaan Brata Penyepian. Wirakusuma menekankan, imbauan tersebut ditujukan agar warga, khususnya umat Hindu, dapat kembali fokus menjalankan rangkaian Nyepi. Ia juga mengingatkan agar Wi-Fi yang tetap menyala digunakan secara bijak bila ada keperluan mendesak.