BERITA TERKINI
WhatsApp Peringatkan 200 Pengguna yang Mengunduh Aplikasi Palsu Berisi Spyware

WhatsApp Peringatkan 200 Pengguna yang Mengunduh Aplikasi Palsu Berisi Spyware

WhatsApp memperingatkan sekitar 200 pengguna yang diketahui mengunduh versi palsu dari aplikasinya. Perusahaan menyebut aplikasi tidak resmi tersebut berbahaya karena telah disusupi spyware.

WhatsApp menuding perusahaan penyedia teknologi pengawasan asal Italia, SIO, sebagai pembuat aplikasi berbahaya itu. Berdasarkan temuan tim keamanan WhatsApp, mayoritas korban disebut berdomisili di Italia.

Untuk melindungi pengguna, WhatsApp mengeluarkan para pengguna yang terlanjur memasang aplikasi palsu itu dari akun mereka dengan alasan keamanan. Pengguna juga didorong agar segera menghapus aplikasi palsu dan beralih ke versi asli yang tersedia melalui toko aplikasi resmi.

WhatsApp menekankan bahwa mengunduh aplikasi tidak resmi memiliki risiko tinggi terhadap privasi dan keamanan data pribadi. Perusahaan menyatakan masih melakukan investigasi lebih lanjut untuk mengetahui apakah para korban termasuk jurnalis atau aktivis masyarakat sipil.

Juru bicara WhatsApp, Margarita Franklin, mengatakan perlindungan terhadap pengguna yang tertipu menjadi prioritas perusahaan. Selain memberikan peringatan, WhatsApp juga berencana menuntut pihak terkait agar menghentikan aktivitas tersebut.

“Prioritas kami adalah melindungi pengguna yang mungkin tertipu untuk mengunduh aplikasi iOS palsu ini,” kata Franklin, dikutip melalui TechCrunch pada Kamis, 2 April.

Spyware yang ditemukan itu dikenal dengan nama Spyrtacus. Menurut WhatsApp, perangkat lunak tersebut tertanam dalam kode aplikasi palsu pada sistem operasi iOS.

Sebelumnya, perusahaan yang sama juga disebut pernah membuat aplikasi palsu lain yang menyamar sebagai alat dukungan pelanggan operator seluler, dengan target pengguna Android.

WhatsApp menyebut penggunaan aplikasi palsu untuk tujuan pengawasan merupakan metode yang cukup sering ditemukan di Italia. Dalam praktiknya, tautan unduhan aplikasi berbahaya biasanya dikirimkan melalui pesan penipuan yang dibuat seolah-olah berasal dari sumber resmi.