Penukaran uang baru melalui layanan kas keliling Bank Indonesia (BI) di depan Masjid Agung Baing Yusuf, Purwakarta, dikeluhkan sejumlah warga. Keluhan terutama terkait kewajiban pendaftaran melalui aplikasi Pintar yang dinilai sulit diakses.
BI menyiapkan uang tunai baru sekitar Rp 1,5 miliar untuk melayani penukaran uang lama di lokasi tersebut. Namun, sebagian warga mengaku tidak berhasil mendaftar meski sudah mencoba beberapa hari sebelumnya.
Seorang warga, Tita, mengatakan ia sudah berupaya mendaftar lewat aplikasi Pintar tetapi terus gagal. Ia kemudian mendatangi langsung tenda pelayanan untuk meminta penjelasan, namun ditolak petugas karena belum terdaftar di aplikasi.
“Saya sudah coba daftar di aplikasi itu dari beberapa hari sebelumnya, tapi gagal terus. Jadi datang langsung ke tenda pelayanan di depan Masjid Agung tapi malah ditolak oleh petugas. Padahal, niatnya mau tanya-tanya dulu (cara menggunakan aplikasi Pintar milik BI),” kata Tita, Kamis, 5 Maret 2026.
Tita juga mengaku sempat disarankan petugas layanan kas keliling BI untuk menukarkan uang di bank lain jika kesulitan menggunakan aplikasi. Namun, saat ia mendatangi bank swasta, petugas bank tersebut justru memintanya kembali ke BI.
Selain persoalan akses aplikasi, warga juga mencurigai adanya pengunjung dari luar Purwakarta yang ikut menukarkan uang. Tita menyebut ada pengunjung yang mengaku datang dari Jakarta dan diminta menukarkan uang untuk dijual kembali melalui layanan tukar uang berbayar di luar Purwakarta. Ia berharap pelayanan di lokasi penukaran dapat diperbaiki agar warga setempat lebih diprioritaskan.
“Saya tanya ke beberapa pengunjung itu ada yang datang dari Jakarta karena disuruh menukarkan uangnya untuk dijual (layanan tukar uang berbayar) di luar Purwakarta. Kalau tidak ditertibkan, kami (warga lokal) nanti takutnya tidak kebagian,” ujarnya.
Di lokasi penukaran, tidak ada petugas maupun pihak BI yang bersedia memberikan konfirmasi terkait pelayanan dan keluhan pengunjung. Petugas hanya menyampaikan nilai uang yang dipersiapkan di lokasi tersebut mencapai Rp 1,5 miliar lebih.
Mayoritas warga menukarkan uang untuk dibagikan kepada sanak saudara saat Lebaran 1447 Hijriah. Kondisi ini menunjukkan praktik pemberian uang tunai pecahan kecil saat Lebaran masih banyak dilakukan di masyarakat.
Secara umum, suasana penukaran uang terpantau cukup tertib. Panitia menyediakan kursi tunggu di bawah tenda berwarna biru. Setelah memperoleh kupon penukaran, pengunjung dipanggil bergiliran untuk mendatangi tiga unit mobil loket layanan kas keliling yang disiapkan BI.
Proses penukaran di loket berlangsung cepat, hanya beberapa menit, terutama bagi pengunjung yang sudah mendaftar melalui aplikasi Pintar. Pecahan uang yang tersedia antara lain Rp 50.000, Rp 20.000, Rp 10.000, Rp 5.000, Rp 2.000, hingga Rp 1.000. Setiap KTP yang terdaftar dibatasi untuk penukaran maksimal Rp 5,3 juta.
“Saya tukar sampai batas maksimal, Rp 5,3 juta dengan beberapa pecahan untuk Lebaran nanti,” kata seorang warga, Lili Sumiati.