BERITA TERKINI
Vingroup Mulai Program Pelatihan 20.000 Talenta AI Praktis, Angkatan Pertama Diikuti 500 Peserta

Vingroup Mulai Program Pelatihan 20.000 Talenta AI Praktis, Angkatan Pertama Diikuti 500 Peserta

Universitas VinUni meluncurkan angkatan pertama Program Pelatihan Talenta AI Praktis 20.000 pada 2 April 2026. Program yang dilaksanakan oleh Vingroup ini menargetkan pengembangan sumber daya manusia berkualitas tinggi di tengah peran kecerdasan buatan (AI) yang kian memengaruhi perekonomian, pasar tenaga kerja, dan daya saing nasional.

Angkatan perdana diikuti 500 peserta yang dipilih dari ribuan pelamar. Peserta berasal dari beragam latar belakang, mulai dari teknologi dan teknik hingga bisnis. Dari total peserta, 63% merupakan mahasiswa tingkat akhir dari universitas-universitas ternama, 31% lulusan universitas, dan hampir 5% bergelar master atau doktor. Survei awal program mencatat lebih dari 90% peserta bergabung dengan tujuan mengerjakan proyek dunia nyata serta mencari peluang kerja setelah lulus.

Program ini dirancang sebagai kursus penuh waktu selama 12 minggu dengan model 3+3+6: tiga minggu pembelajaran dasar, tiga minggu simulasi praktis, dan enam minggu pengalaman kerja di perusahaan. Setelah fase dasar, peserta dibagi ke tiga jalur pelatihan, yakni Produk AI, Infrastruktur AI, dan Aplikasi AI.

Pada tahap awal, peserta menjalani pelatihan intensif dari pagi hingga malam. Jadwal dibagi menjadi kelas teori pada pagi hari, sesi “Vibe Coding” serta praktik laboratorium pada siang hari, dan “Build/Hackathon” pada malam hari serta akhir pekan.

Fase berikutnya berfokus pada simulasi lingkungan kerja nyata, di mana peserta membangun, menguji, dan menyempurnakan produk yang mereka kembangkan. Pada tahap akhir, peserta bekerja penuh waktu dalam proyek-proyek riil di perusahaan, dengan pendampingan langsung dari insinyur dan pakar teknologi di ekosistem Vingroup.

Sepanjang program, peserta dilatih mengembangkan dan menerapkan solusi AI untuk berbagai kebutuhan bisnis, termasuk model AI Agent. Materi pembelajaran menitikberatkan pada tiga kelompok kompetensi inti: pemikiran produk yang selaras dengan masalah bisnis, pembangunan infrastruktur teknis, serta pengembangan aplikasi AI. Peserta juga berlatih “Vibe Coding” dengan memanfaatkan alat modern seperti Cursor, Claude Code, dan Copilot untuk mempercepat pengembangan produk.

Wakil Rektor sekaligus Direktur Ilmiah Pusat Penelitian Kecerdasan Buatan VinUni, Profesor Duong Nguyen Vu, mengatakan program ini tidak hanya mengajarkan penggunaan AI atau kemampuan pemrograman semata. “Program ini dirancang untuk membantu mahasiswa mengembangkan tiga kompetensi secara bersamaan: pemikiran produk – memahami masalah bisnis; menggunakan AI secara bertanggung jawab; dan yang terpenting, memiliki keterampilan AI yang cukup kuat untuk siap kerja segera setelah lulus. Pendekatan ini secara signifikan memperpendek kesenjangan antara ruang kelas dan laboratorium, dan dari laboratorium ke dunia bisnis,” ujarnya.

Wakil Direktur Jenderal VinSmart Future Company, Vingroup Group, Dr. Dao Duc Minh, menilai kekuatan program terletak pada penempatan peserta dalam lingkungan bisnis yang intensif dan realistis. “Nilai besar program ini terletak pada kenyataan bahwa peserta pelatihan tidak hanya mempelajari pengetahuan tetapi juga ditempatkan dalam lingkungan bisnis yang intensif, bertekanan tinggi, dan realistis. Dengan pelatihan dalam tempo kerja seperti itu, mereka akan beradaptasi lebih baik, memulai lebih cepat, dan menghasilkan hasil yang lebih nyata,” katanya.

Vingroup mensponsori 100% biaya kuliah dan memberikan tunjangan bulanan sebesar 8 juta VND per peserta selama masa pelatihan. Setelah menyelesaikan program, peserta berkesempatan bergabung dengan perusahaan-perusahaan dalam ekosistem Vingroup dengan kisaran gaji yang diperkirakan 20–50 juta VND per bulan, bergantung pada kemampuan. Peserta berprestasi juga akan diseleksi untuk mengikuti program lanjutan guna dipersiapkan menjadi ahli dan pemimpin proyek AI.

Ke depan, VinUni menyatakan akan melanjutkan penyelenggaraan kursus-kursus lanjutan dan memperluas akses program. Dengan pendekatan yang ringkas, intensif, dan terhubung erat dengan kebutuhan bisnis, program ini menargetkan lahirnya generasi profesional AI yang memiliki keterampilan kuat, cepat beradaptasi, dan siap terlibat dalam pemecahan persoalan utama di ekonomi berbasis AI.