BERITA TERKINI
Viettel, FPT Telecom, dan VNPT Naikkan Tarif Paket Internet Kabel Termurah untuk Pelanggan Baru

Viettel, FPT Telecom, dan VNPT Naikkan Tarif Paket Internet Kabel Termurah untuk Pelanggan Baru

Sejumlah penyedia layanan internet kabel di Vietnam menyesuaikan tarif paket dasar mereka. Viettel dan FPT Telecom menaikkan biaya bulanan paket paling dasar menjadi 195.000 VND, sementara VNPT menetapkan tarif minimum 190.000 VND per bulan.

Sebelum penyesuaian, paket termurah dari ketiga perusahaan tersebut berada di angka 180.000 VND per bulan dengan bandwidth unduh standar 300 Mbps. Kenaikan tarif ini terutama terlihat pada paket termurah dan berlaku bagi pelanggan baru. Adapun pelanggan lama tetap menggunakan kebijakan harga sebelumnya.

Selain paket dasar, beberapa paket dengan bandwidth lebih tinggi juga mengalami penyesuaian, dengan kenaikan sekitar beberapa puluh ribu VND.

Penyesuaian tarif ini dinilai jarang terjadi, mengingat selama ini penyedia internet kabel di Vietnam dikenal menawarkan paket yang kompetitif dari sisi harga dan kecepatan. Langkah serupa terakhir kali dilakukan pada 2023, ketika ketiga perusahaan menghentikan paket murah dan paket data tak terbatas, serta menerapkan biaya instalasi internet kabel sebesar 300.000 VND yang sebelumnya gratis.

Pada saat itu, badan pengatur menilai kebijakan tersebut tidak melanggar aturan sehingga tidak melakukan intervensi. Dalam ketentuan yang berlaku, perusahaan telekomunikasi dapat menentukan tarif berdasarkan orientasi pengembangan bisnis, dengan tetap mengikuti prosedur pendaftaran dan pemberitahuan tarif sebagaimana ditetapkan.

Data Uni Telekomunikasi Internasional (ITU) pada 2025 menunjukkan Vietnam masuk 10 besar negara dan wilayah dengan biaya bulanan internet tanpa batas paling rendah, yakni sebesar 6,72 dolar AS. Beberapa negara mencatat biaya lebih rendah, namun dengan konsekuensi kecepatan lebih lambat atau masih menggunakan jaringan ADSL. Di Vietnam, pengguna disebut memiliki akses ke internet fiber optik dengan data tanpa batas dan kecepatan di atas 100 Mbps.

Sementara itu, laporan Kementerian Sains dan Teknologi Vietnam tahun 2025 mencatat kemajuan infrastruktur pita lebar, termasuk pengoperasian kabel bawah laut baru ADC dan SJC2 serta kabel darat internasional VSTN yang 100% dimiliki perusahaan Vietnam. Pengembangan ini disebut meningkatkan total kapasitas internasional menjadi 80 Tbps dan ditujukan untuk memperkuat konektivitas yang aman.