Vietnam Post bersama Rumah Sakit Umum Duc Giang melakukan uji coba pemanfaatan kendaraan udara tak berawak (UAV/drone) untuk transportasi medis. Program percontohan ini difokuskan pada pengangkutan sampel pasien, obat-obatan, serta perlengkapan medis dengan skema pengiriman yang menekankan aspek keamanan dan kepatuhan hukum.
Dalam model yang dirintis hingga akhir 2025 tersebut, Vietnam Post menggunakan drone kecil yang dirancang khusus untuk kebutuhan transportasi medis. Drone ini disebut mampu beroperasi dalam radius sekitar 10–15 kilometer dengan kecepatan hingga 60 kilometer per jam. Untuk menjaga kondisi sampel dan perlengkapan medis selama perjalanan, digunakan kompartemen penahanan khusus, sementara sistem kamera memungkinkan pemantauan jalur penerbangan secara real-time.
Pengelolaan proses pengiriman dan penerimaan dilakukan secara transparan melalui pelacakan status transportasi. Mekanisme ini ditujukan untuk memastikan pengiriman sesuai tujuan dan mendukung peningkatan efektivitas pengobatan.
Dalam pernyataannya pada acara terkait, Sekretaris Komite Partai sekaligus Ketua Dewan Anggota Perusahaan Pos Vietnam, Nguyen Truong Giang, menegaskan pentingnya proyek percontohan tersebut. Ia menyebut implementasi UAV untuk transportasi medis di Rumah Sakit Umum Duc Giang menunjukkan peran Pos Vietnam dalam berkoordinasi dengan sektor kesehatan dan mitra untuk meneliti serta menerapkan solusi teknologi yang tepat, guna berkontribusi pada peningkatan kualitas layanan publik dan pelayanan kepada masyarakat.
Selain sektor kesehatan, Vietnam Post juga memperluas penerapan UAV untuk kebutuhan logistik pada rute laut-udara. Pada 12 Februari 2026, Vietnam Post bekerja sama dengan unit terkait meluncurkan rute penerbangan laut berbasis UAV antara Can Gio dan Vung Tau. Inisiatif ini ditujukan untuk meningkatkan kualitas layanan pos dan logistik dalam kondisi operasional yang disebut unik.
Dalam proyek rute Can Gio–Vung Tau, Vietnam Post memegang peran utama pada aspek layanan, mulai dari desain operasional, standar kualitas, prosedur pengiriman, pelacakan status, konfirmasi titik penyerahan (proof of delivery/POD), layanan pelanggan, hingga pelaporan kualitas. Proses operasional dibangun sebagai rantai ujung-ke-ujung yang mencakup penerimaan, pengemasan dan penyegelan, pemindaian, penyerahan untuk operasi penerbangan, pemantauan penerbangan, pendaratan dan penyerahan, pemindaian serta pengiriman, hingga layanan pelanggan.
Vietnam Post menyatakan keunggulan model ini terletak pada integrasi menyeluruh ke dalam sistem logistik perusahaan, yang membentuk pengalaman “satu kode - satu perjalanan” agar layanan pos dan operasi penerbangan berjalan mulus. Perusahaan memperkirakan waktu tempuh dapat berkurang sekitar 80–90% dibandingkan transportasi darat.
Ke depan, Vietnam Post menargetkan standardisasi model layanan UAV untuk mengevaluasi keseluruhan rantai ujung-ke-ujung dalam kondisi lapangan sekaligus mengumpulkan data operasional. Perusahaan juga menegaskan integrasi UAV ke dalam sistem logistik ditujukan untuk menghadirkan pengalaman pelanggan yang lengkap, dengan keselamatan sebagai prioritas utama, proses yang sistematis, serta kualitas yang diukur berbasis data.
Vietnam Post disebut tengah mengembangkan strategi pengembangan UAV berlandaskan prinsip keselamatan, kepatuhan hukum, dan perluasan secara bertahap berdasarkan data dunia nyata. Langkah ini diarahkan untuk membentuk ekosistem layanan UAV yang dapat melayani berbagai bidang, sekaligus mendukung peningkatan kualitas layanan pelanggan dan pengembangan model layanan baru pada fase berikutnya.