Sejumlah foto dari awal 2000-an merekam perubahan keseharian di Vietnam, dari masa internet mulai menjadi bagian hidup masyarakat perkotaan hingga geliat pariwisata yang kian terasa. Potongan-potongan momen ini memperlihatkan bagaimana teknologi, mobilitas, dan ruang publik di berbagai kota bergerak mengikuti zaman.
Internet pertama kali diperkenalkan di Vietnam pada 1997. Pada periode 2002–2008, penyedia jaringan mulai menyebarkan internet broadband (ADSL), dan warung internet (warnet) menjadi tempat berkumpul populer bagi anak muda di kota-kota besar. Masa itu juga ditandai dengan maraknya blog pribadi serta aplikasi pesan Yahoo!. Salah satu foto memperlihatkan sebuah toko komputer di Kota Ho Chi Minh yang mengangkut banyak monitor CRT lama—layar lengkung yang berat dengan ukuran sekitar 15–16 inci. (Foto: Anhtu)
Perubahan kota juga terlihat dari lalu lintas yang padat di persimpangan jalan Nguyen Trai dan Cong Quynh, Kota Ho Chi Minh, yang diabadikan seorang turis Spanyol, Eliseo García Nieto. Pada 2002, Vietnam belum memberlakukan aturan yang mewajibkan pengendara sepeda motor memakai helm. Di tengah keramaian, tampak pedagang buah dengan gerobak dorong, serta ojek dan becak yang menunggu penumpang di pinggir jalan. Pada masa itu, bilik telepon umum masih banyak dijumpai karena teknologi telepon seluler belum merata. (Foto: Eliseo García Nieto)
Potret lain dari tahun yang sama memperlihatkan suasana di dalam bus antarkota. Desain bus tampak sederhana dan menekankan fungsi, dengan pemeriksaan tiket dilakukan oleh kondektur. Disebutkan pula, mahasiswa kerap terlihat mengenakan topi baseball putih saat pulang ke rumah untuk akhir pekan. (Foto: Eliseo García Nieto)
Di sisi lain, Kota Ho Chi Minh pada 2007 terekam dari atas melalui pemandangan Sungai Saigon di malam hari. Di tengah sungai terlihat kapal restoran yang menawarkan makan malam di atas kapal—aktivitas wisata yang disebut populer pada masa itu. (Foto: Ian Berry)
Ragam kehidupan sosial dan budaya turut hadir lewat dokumentasi upacara keagamaan Cao Dai di Tahta Suci Tay Ninh. Dalam upacara, para pengikut dari berbagai tempat berkumpul di depan aula utama yang memuat altar dengan Mata Ilahi. Saat lonceng berbunyi, mereka masuk bergantian dalam dua baris terpisah antara pria dan wanita, dengan mayoritas mengenakan jubah putih. Ketika upacara dimulai, para pejabat agama mengenakan jubah berwarna-warni yang melambangkan pangkat mereka dan bergerak dalam formasi teratur. (Foto: Eliseo García Nieto)
Perkembangan teknologi komunikasi juga tersirat dalam foto di Chau Doc, Provinsi An Giang, pada 2007. Seorang turis internasional terlihat menjelajah dengan becak. Pada periode tersebut, telepon seluler disebut semakin umum, sehingga pengemudi becak dapat dihubungi lebih dulu untuk menjemput penumpang. Di wilayah Delta Mekong, Hotel Victoria yang berada di tepi Sungai Hau disebut secara khusus melayani turis internasional. (Foto: Ian Berry)
Di Vietnam bagian tengah, Kota Tua Hoi An dan Jembatan Jepang diabadikan pada 2007. Saat itu Hoi An sudah cukup ramai didatangi wisatawan, namun jalan-jalannya masih relatif luas dengan kemacetan yang belum menonjol. Pengakuan UNESCO pada 1999 yang menetapkan Kota Tua Hoi An sebagai Situs Warisan Dunia disebut mendorong peningkatan signifikan jumlah pengunjung internasional. (Foto: Eliseo García Nieto)
Dari utara, Pasar Sa Pa (Lao Cai) digambarkan melayani warga lokal dan wisatawan. Pasar yang berada dekat pusat kota, tidak jauh dari gereja batu Sa Pa, awalnya dibangun dari beton dengan area terbuka luas di depannya. Kios-kios sayur dan buah meluber ke trotoar dan ditutupi terpal. Pada akhir pekan, pasar dipadati orang-orang dari desa sekitar. (Foto: Eliseo García Nieto)
Masih pada 2007, Jalan Dinh Le di Hanoi—kini bagian dari Distrik Hoan Kiem—dipotret oleh Yuichi Kobayashi dari Jepang. Tukang cukur pinggir jalan disebut mudah ditemui dan beroperasi di lokasi strategis, sekitar 200 meter di sebelah kiri Hotel Metropole dan 300 meter di sebelah kanan Kantor Pos Hanoi. Menurut fotografer, Kawasan Kota Tua Hanoi mulai berubah pada 2000-an, dengan beberapa ruas jalan menampilkan toko suvenir yang melayani wisatawan internasional. (Foto: Yuichi Kobayashi)
Rangkaian foto ini, dari perangkat komputer era CRT hingga lanskap kota dan destinasi wisata, menunjukkan jejak Vietnam pada periode transisi: ketika internet mulai mengubah kebiasaan, telepon seluler perlahan menjadi lumrah, dan pariwisata semakin membentuk wajah sejumlah wilayah.