BERITA TERKINI
UNJ Masuk Lima Besar Indonesia’s SDGs Action Awards 2025, Jalani Tahap Wawancara di Cibubur

UNJ Masuk Lima Besar Indonesia’s SDGs Action Awards 2025, Jalani Tahap Wawancara di Cibubur

Universitas Negeri Jakarta (UNJ) masuk dalam lima besar nasional Kategori Perguruan Tinggi pada ajang Indonesia’s SDGs Action Awards (SAA) 2025. Kepastian tersebut disampaikan melalui surat pemberitahuan resmi Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional Republik Indonesia (Kementerian PPN/Bappenas RI) tertanggal 7 November 2025.

Dengan capaian itu, UNJ melaju ke tahap wawancara yang digelar pada 11 November 2025 di Avenzel Hotel and Convention, Cibubur. Indonesia’s SDGs Action Awards merupakan apresiasi Kementerian PPN/Bappenas RI kepada berbagai pemangku kepentingan atas kontribusi dalam mendukung pelaksanaan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB/SDGs) di Indonesia. Tahun 2025 menjadi penyelenggaraan keempat penghargaan tersebut, yang disebut sebagai bagian dari momentum percepatan pencapaian SDGs pada era Decade of Action.

Ajang SAA 2025 mengusung tema “Inovasi Pangan dan Gizi: Peningkatan Kualitas SDM, Percepatan Pertumbuhan Ekonomi Berkelanjutan, dan Penurunan Kemiskinan.” Dalam tahap wawancara, tim UNJ memaparkan dua aspek utama, yakni komitmen institusi terhadap pelaksanaan SDGs serta praktik terbaik (best practice) yang dijalankan di lingkungan kampus.

Dalam pemaparan komitmen institusi, tim UNJ menyampaikan sejumlah langkah yang telah terintegrasi dalam sistem kampus. Di antaranya pembentukan SDGs Center UNJ sebagai pusat koordinasi dan advokasi keberlanjutan, pengarusutamaan nilai-nilai SDGs dalam Rencana Strategis (Renstra) universitas, serta penerapan Outcome-Based Education (OBE) yang mengintegrasikan prinsip keberlanjutan di seluruh program studi. UNJ juga disebut aktif mengikuti pemeringkatan global yang menilai kontribusi perguruan tinggi terhadap pencapaian SDGs.

Pada kategori Best Practice SDGs, UNJ menampilkan riset karya Prof. Muktiningsih Nurjayadi bersama tim dari Pusat Unggulan IPTEKS (PUI) LPPM UNJ dan Laboratorium Program Studi Kimia FMIPA UNJ. Riset tersebut mengembangkan teknologi pendeteksi bakteri patogen yang ditujukan untuk mendukung keamanan pangan nasional.

Inovasi ini dikaitkan dengan kontribusi terhadap Zero Hunger (Tujuan 2 SDGs), Good Health and Well-being (Tujuan 3 SDGs), serta Industry, Innovation, and Infrastructure (Tujuan 9 SDGs). Temuan tersebut juga disebut memperlihatkan sinergi riset ilmiah dengan keberlanjutan sosial yang berorientasi pada kebutuhan masyarakat.

Wakil Rektor UNJ Bidang Riset, Inovasi, dan Sistem Informasi, Prof. Fahrurrozi, menyatakan capaian ini merupakan hasil kolaborasi lintas bidang dan menekankan manfaat riset bagi masyarakat. “Prestasi ini menunjukkan bahwa riset UNJ telah mengakar pada nilai keberlanjutan. Kami tidak hanya menghasilkan inovasi, tetapi juga memastikan bahwa hasilnya dapat berkontribusi bagi ketahanan pangan dan kesejahteraan masyarakat luas,” ujarnya.

Ketua SDGs Center UNJ, Ervina Maulida, menilai keikutsertaan UNJ dalam ajang tersebut sebagai wujud tanggung jawab akademik untuk membangun ekosistem pendidikan tinggi yang berkelanjutan. Sementara itu, Prof. Muktiningsih Nurjayadi menyampaikan riset pendeteksi bakteri patogen berawal dari keprihatinan terhadap isu keamanan pangan. “Kami ingin penelitian ini memberi dampak langsung bagi publik. Inilah bentuk nyata riset berkelanjutan yang tidak berhenti di jurnal, tetapi hadir sebagai solusi bagi bangsa,” tuturnya.

Masuknya UNJ dalam lima besar nasional Kategori Perguruan Tinggi pada Indonesia’s SDGs Action Awards 2025 menegaskan peran UNJ dalam isu pembangunan berkelanjutan, sekaligus menjadi bagian dari proses penilaian lanjutan melalui tahap wawancara.