Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) menegaskan kembali bahwa penguatan ekosistem riset dan inovasi menjadi kunci untuk meningkatkan daya saing Indonesia di tingkat global.
Pernyataan tersebut disampaikan dalam kegiatan Ngopi Bareng Media dan Iftar yang digelar di kantor Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) pada Jumat (13/3).
Mendiktisaintek Brian Yuliarto mengatakan perguruan tinggi tidak hanya berperan sebagai pusat pembelajaran, tetapi juga motor penggerak lahirnya solusi inovatif untuk menjawab berbagai tantangan pembangunan nasional.
Ia menyebut periode saat ini sebagai fase krusial untuk memperkuat fondasi menuju Indonesia Emas 2045, dengan pendidikan tinggi, riset, dan inovasi sebagai pilar utama dalam meningkatkan daya saing bangsa.
Melalui sejumlah kebijakan strategis, Kemdiktisaintek berupaya membangun sinergi yang lebih kuat antara perguruan tinggi, dunia industri, dan pemerintah. Kolaborasi tersebut diharapkan dapat mempercepat lahirnya talenta unggul, mendorong inovasi yang berdampak, serta memperkokoh posisi Indonesia sebagai negara berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi pada masa depan.
Komitmen itu, menurut kementerian, juga tercermin dari capaian sektor pendidikan tinggi. Angka Partisipasi Kasar (APK) perguruan tinggi tercatat meningkat dari 30,28% pada 2019 menjadi 32% pada 2024. Pemerintah menargetkan APK perguruan tinggi mencapai 38,04% pada 2029.
Upaya memperluas akses pendidikan tinggi juga dilakukan melalui peningkatan jumlah penerima Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah. Pada 2022, penerima KIP Kuliah sekitar 780 ribu mahasiswa. Pada 2024, jumlahnya disebut telah melampaui satu juta penerima, sementara pada 2025 ditargetkan mencapai 1,04 juta mahasiswa.
Sementara itu, Pelaksana Tugas Sekretaris Jenderal (Plt. Sesjen) Kemdiktisaintek Badri Munir Sukoco menyampaikan bahwa kolaborasi dengan media menjadi bagian penting dalam menyampaikan berbagai transformasi yang sedang dilakukan kementerian.
Menurut Badri, dukungan media diperlukan untuk mewujudkan ekosistem pendidikan tinggi, sains, dan teknologi yang saling menguatkan sesuai amanat Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto.