BERITA TERKINI
Universitas Pamulang Perkenalkan Sensor IoT untuk Pemantauan Lingkungan di SMP YPUI Parung

Universitas Pamulang Perkenalkan Sensor IoT untuk Pemantauan Lingkungan di SMP YPUI Parung

Tim Pengabdian Kepada Masyarakat (PkM) Universitas Pamulang dari Program Studi Teknik Informatika menggelar kegiatan bertema “Pengenalan Sensor IoT Dasar untuk Pemantauan Lingkungan di SMP YPUI Parung”. Program ini diarahkan pada penerapan teknologi tepat guna yang dapat dimanfaatkan di lingkungan sekolah.

Kegiatan berlangsung di SMP YPUI Parung, Kelurahan Waru, Kecamatan Parung, Kabupaten Bogor. Tim pelaksana diketuai Farida Nurlaila, S.Kom., M.Kom., dengan anggota dosen Bagas Setiyaki Wicaksono, S.Kom., M.Kom., dan Budi Apriyanto, S.Kom., M.Kom.

Dalam pelaksanaannya, tim merancang kegiatan dengan pendekatan edukatif, partisipatif, dan aplikatif. Materi yang diberikan mencakup pengantar konsep serta manfaat Internet of Things (IoT), pelatihan penggunaan perangkat IoT sederhana seperti Arduino atau ESP32, serta pengenalan sejumlah sensor, antara lain DHT11 untuk suhu dan kelembapan, MQ-135 untuk kualitas udara, dan LDR untuk intensitas cahaya.

Peserta juga mengikuti praktik pembuatan proyek mini berupa stasiun pemantau lingkungan yang dapat menampilkan data secara digital. Selain itu, tim memberikan pendampingan bagi guru dan siswa agar dapat mengembangkan kegiatan lanjutan secara mandiri.

SMP YPUI Parung merupakan sekolah swasta di Kecamatan Parung, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Sekolah ini disebut memiliki jumlah siswa yang cukup banyak dengan antusiasme tinggi terhadap ilmu pengetahuan dan teknologi. Lingkungan sekolah yang kondusif serta dukungan guru terhadap inovasi pembelajaran menjadi modal pengembangan program berbasis sains dan teknologi.

Dalam implementasi kurikulum, SMP YPUI Parung telah mengadopsi Kurikulum Merdeka yang mendorong penguatan kompetensi berpikir kritis, kreatif, kolaboratif, dan komunikatif (4C). Pendekatan ini dinilai selaras dengan pembelajaran berbasis proyek atau Project-Based Learning. Namun, berdasarkan hasil observasi, integrasi teknologi terkini seperti IoT dalam proses pembelajaran masih belum berjalan optimal.

Secara umum, sekolah telah memiliki sarana dasar pembelajaran digital, seperti laboratorium komputer, jaringan internet, dan perangkat multimedia. Laboratorium komputer digunakan untuk kegiatan rutin, antara lain pelatihan Microsoft Office, pembuatan presentasi, serta pengenalan dasar teknologi informasi.

Kendala utama yang ditemukan adalah belum tersedianya perangkat pembelajaran berbasis mikrokontroler seperti Arduino atau ESP32, sensor lingkungan, dan alat pendukung eksperimen sederhana terkait konsep IoT. Kondisi ini membuat siswa belum mendapatkan pengalaman langsung mengenai pemanfaatan teknologi untuk mengamati dan memantau kondisi lingkungan di sekitarnya.

Tim PkM menilai program ini penting untuk menjembatani kesenjangan antara teori dan praktik pembelajaran teknologi di tingkat SMP. Melalui pembelajaran berbasis pengalaman langsung, peserta diajak memahami komponen dasar IoT, seperti sensor dan mikrokontroler, serta cara menghubungkannya dengan platform pemantauan digital sederhana.

Selain aspek pendidikan, kegiatan ini juga diarahkan untuk mendukung pemberdayaan lingkungan sekolah. Dengan sensor pemantauan suhu, kelembapan, dan pencahayaan ruang kelas, siswa dapat mempelajari fenomena lingkungan secara ilmiah dan memanfaatkan hasil pengamatan sebagai dasar penyusunan solusi sederhana, seperti pengaturan ventilasi atau efisiensi energi.

Kegiatan diakhiri dengan sesi foto bersama peserta. Panitia juga melakukan penyebaran brosur Universitas Pamulang.