BERITA TERKINI
Universitas Nusa Mandiri Dorong Mahasiswa Persiapkan PKM 2026 Lewat Pendampingan NIC

Universitas Nusa Mandiri Dorong Mahasiswa Persiapkan PKM 2026 Lewat Pendampingan NIC

Jakarta—Universitas Nusa Mandiri (UNM) melalui Nusa Mandiri Innovation Center (NIC) mendorong mahasiswa untuk aktif berpartisipasi dalam Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) 2026. PKM merupakan program dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi yang menjadi ajang pembuktian kapasitas intelektual, kreativitas, serta inovasi mahasiswa di tingkat nasional.

Kepala NIC, Fitra Septia Nugraha, menekankan bahwa peluang lolos PKM tidak hanya ditentukan oleh ide yang menarik, tetapi juga oleh perencanaan dan eksekusi proposal yang matang. Menurutnya, banyak proposal dinilai gugur bukan karena gagasan lemah, melainkan karena tidak sesuai skema, latar belakang masalah kurang kuat, atau penyusunan yang tidak rapi.

“Setiap tahun, banyak proposal bagus gugur bukan karena idenya lemah, tetapi karena tidak sesuai skema, kurang kuat di latar belakang masalah, atau tidak rapi dalam penyusunan. Karena itu, mahasiswa perlu mempersiapkan diri sejak jauh hari,” ujar Fitra dalam rilis yang diterima Selasa (27/1).

Ia menyampaikan beberapa strategi agar mahasiswa UNM memiliki peluang lebih besar dalam pendanaan PKM 2026. Pertama, mahasiswa diminta memahami skema PKM dengan baik, seperti PKM-Riset, PKM-Kewirausahaan, PKM-Pengabdian Masyarakat, PKM-Karsa Cipta, dan skema lainnya. Kedua, ide yang diajukan perlu berangkat dari masalah nyata yang relevan dengan kebutuhan masyarakat atau dunia industri.

Selain itu, proposal dinilai perlu disusun secara sistematis dan berbasis data, mulai dari latar belakang, tujuan, metode, hingga luaran yang jelas dan terukur. Mahasiswa juga didorong membentuk tim yang solid sesuai kompetensi agar pelaksanaan program berjalan optimal, serta memanfaatkan peran dosen pembimbing dan pendampingan dari NIC.

“Jangan menunggu proposal jadi baru minta direview. Semakin awal dikonsultasikan, semakin besar peluang proposal itu matang dan siap bersaing di tingkat nasional,” tambahnya.

Fitra juga mengingatkan pentingnya aspek teknis, seperti format penulisan, kelengkapan administrasi, dan konsistensi isi proposal. Menurutnya, hal-hal tersebut kerap menjadi penyebab kegagalan pada tahap awal seleksi.

Melalui pendampingan intensif dari NIC, UNM menyatakan optimistis mahasiswa dapat kembali mencetak prestasi di PKM 2026, sekaligus memperkuat peran kampus dalam menyiapkan inovator muda berbasis teknologi. “PKM bukan hanya soal lolos pendanaan, tetapi tentang membentuk karakter mahasiswa yang kreatif, solutif, dan siap menjadi inovator masa depan,” tutup Fitra.