Universitas Darussalam (Unidar) Ambon meresmikan aplikasi mobile dan website terbaru universitas dalam sebuah seremoni yang dihadiri jajaran pimpinan rektorat, dekanat, serta perwakilan sivitas akademika. Peluncuran ini menandai langkah pembaruan layanan digital kampus, sekaligus bagian dari strategi menghadapi tantangan era disrupsi informasi.
Salah satu fokus utama dalam transformasi tersebut adalah implementasi E-Office Unidar Ambon, platform administrasi digital yang disebut telah aktif dan dapat diakses seluruh elemen universitas. Rektor Unidar Ambon, Dr. Syawal Zakaria, menyampaikan bahwa penguasaan teknologi menjadi kebutuhan bagi institusi pendidikan tinggi, dan meminta seluruh unit kerja segera beradaptasi dengan sistem baru.
“Dunia bergerak sangat cepat. Kita tidak bisa lagi menggunakan cara-cara lama untuk mengelola institusi pendidikan. Kecepatan dalam adaptasi terhadap sistem akademik berbasis teknologi adalah kunci utama agar Unidar Ambon tetap relevan dan unggul,” kata Syawal dalam sambutannya.
Syawal menegaskan, penggunaan E-Office bersifat wajib dan berlaku menyeluruh di lingkungan Unidar Ambon. Menurutnya, sistem ini tidak hanya diterapkan di level rektorat, tetapi juga mencakup fakultas dan program studi, biro-biro administrasi, hingga lembaga kemahasiswaan.
Kehadiran E-Office dirancang untuk memangkas rantai birokrasi yang kaku, mempercepat alur surat-menyurat, serta meningkatkan transparansi di lingkungan kampus. Dengan sistem ini, koordinasi antarunit kerja—mulai dari fakultas hingga organisasi mahasiswa—diharapkan menjadi lebih efisien, terukur, dan terintegrasi melalui satu pintu digital.
“Dengan E-Office, kita mewujudkan ekosistem paperless yang lebih ramah lingkungan dan responsif. Mahasiswa maupun dosen kini bisa merasakan layanan administrasi yang lebih cepat tanpa terhambat kendala fisik dokumen,” ujar Syawal.
Di akhir sambutannya, Syawal menyampaikan harapan agar peluncuran aplikasi tersebut memperkuat komitmen Unidar Ambon untuk terus berinovasi dalam memberikan layanan pendidikan berbasis teknologi informasi bagi masyarakat di Maluku dan Indonesia secara luas.