Universitas Multimedia Nusantara (UMN) resmi meluncurkan Program Studi Sarjana (S1) Artificial Intelligence (AI) pada Kamis (9/4) di Jakarta. Peluncuran ini digelar bersamaan dengan acara halal bi halal dan silaturahmi bersama media.
Peluncuran Program Studi AI disebut menjadi bagian dari upaya UMN memperkuat visinya sebagai perguruan tinggi yang unggul di bidang Information and Communication Technology (ICT). Kegiatan tersebut dihadiri Rektor UMN Dr. Andrey Andoko, M.Sc., Wakil Rektor Bidang Akademik dan Internasionalisasi UMN Prof. Dr. Friska Natalia, S.Kom., M.T, Dekan Fakultas Teknik dan Informatika UMN Asst. Prof. Dr. Eng. Niki Prastomo, S.T., M.Sc., serta Dekan Fakultas Bisnis UMN dan Direktur RPL Dr. Prio Utomo, S.T., MPC.
Rektor UMN Dr. Andrey Andoko mengatakan pembukaan program studi ini merupakan langkah strategis untuk menjawab perkembangan teknologi yang kian cepat.
“Peluncuran Program Studi Sarjana Kecerdasan Buatan menjadi selaras dengan visi UMN, yakni unggul di bidang berbasis ICT, salah satunya adalah Kecerdasan Buatan,” ujar Andrey.
Ia menambahkan, “Teknologi ini merupakan teknologi baru yang hadir di masyarakat dan berkembang cukup pesat. Hal ini mendorong kami untuk membuka Program Studi Kecerdasan Buatan.”
Menurut Andrey, kecerdasan buatan membawa dampak di berbagai bidang sekaligus memunculkan disrupsi. Karena itu, kemampuan di bidang AI dinilai menjadi bekal penting yang perlu dikuasai lulusan UMN. Ia juga menyebut tema kecerdasan buatan telah diimplementasikan di UMN sebagai bagian dari pembelajaran.
Melalui program studi baru ini, UMN berharap dapat melahirkan ahli yang berkontribusi pada pengembangan produktivitas industri maupun bisnis. Selain itu, UMN juga menargetkan calon mahasiswa dapat memberi kontribusi dan dampak bagi masyarakat luas.