Pemerintah dan pakar ekonomi kerap menyebut usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) sebagai ujung tombak ekonomi nasional. Bagi banyak orang yang ingin berbisnis, UMKM juga sering menjadi pijakan awal untuk memulai usaha.
Namun, saat memulai bisnis di kelas UMKM, tidak sedikit pelaku usaha yang mengabaikan sistem yang dapat membantu mengorganisir usaha. Padahal, sistem yang baik dinilai menjadi langkah dasar agar UMKM dapat berkembang dan naik kelas.
Beberapa kebutuhan sistem yang dianggap penting dalam operasional UMKM antara lain penggunaan mesin kasir, pencatatan transaksi, serta rekap stok secara efisien. Tanpa dukungan sistem yang memadai, potensi kegagalan usaha dinilai lebih terbuka.
Melihat persoalan tersebut, Kevin Hadinata merintis aplikasi kasir bernama Kloa. Founder sekaligus direktur utama Kloa itu mengatakan ide pengembangan aplikasi berangkat dari keresahan pribadi untuk terus berkontribusi bagi kemajuan UMKM di Indonesia. Ia menyebut visinya adalah mendorong masyarakat berani mengambil langkah pertama untuk membuka bisnis.
Menurut Kevin, UMKM berperan penting bagi perekonomian Indonesia, sementara sistem kasir dapat menjadi fondasi awal agar usaha berjalan lebih tertata. Ia menilai sistem kasir membantu UMKM bekerja lebih profesional dalam pengelolaan usaha.
Kevin juga menyinggung bahwa di era digital, termasuk dengan berkembangnya teknologi kecerdasan buatan, memulai bisnis seharusnya dapat dilakukan lebih efisien. Ia menjelaskan, nama Kloa diambil dari kata yang bermakna “inti”, dengan tujuan menghadirkan produk yang benar-benar dibutuhkan dan digunakan masyarakat.
Dalam keterangannya, Kloa disebut cocok untuk bisnis ritel, terutama untuk membantu pengelolaan transaksi, stok, dan laporan penjualan agar operasional toko lebih cepat dan praktis. Kevin mengklaim aplikasi tersebut sesuai bagi pelaku usaha yang baru memulai bisnis dan belum memiliki kebutuhan lain selain mengelola penjualan.
Sementara itu, investor Kloa dari PT Gajah Muda Harumindo, Mr Hui, menilai aspek yang krusial namun sering dilupakan UMKM adalah sistem. Menurutnya, banyak pelaku usaha menganggap sistem tidak mendesak, padahal sistem membuat pengelolaan lebih terorganisir dan mendorong UMKM bekerja lebih profesional.
Ia menambahkan, sistem kasir tidak hanya mencatat transaksi, tetapi juga berkaitan dengan pelayanan serta pelacakan barang yang laku dan tidak laku. Karena serba digital, aplikasi kasir dinilai dapat membantu UMKM dalam menjalankan operasional sehari-hari.