BERITA TERKINI
UBSI Implementasikan Sistem Deteksi Kebakaran Berbasis IoT di PT Jamkrindo

UBSI Implementasikan Sistem Deteksi Kebakaran Berbasis IoT di PT Jamkrindo

Program Studi Teknik Elektro Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) bersama PT Jamkrindo pada Sabtu (13/12). Kegiatan tersebut mengusung tema Perancangan dan Implementasi Alat Deteksi Kebakaran Berbasis IoT dengan Multisensor untuk Notifikasi Real-Time, dengan tujuan meningkatkan sistem keamanan kebakaran di lingkungan kerja mitra melalui penerapan teknologi Internet of Things (IoT) yang terintegrasi.

Dalam program ini, tim PkM merancang dan mengimplementasikan perangkat multisensor yang dapat mendeteksi asap, suhu, dan api secara otomatis. Sistem juga dilengkapi notifikasi real-time yang terhubung ke perangkat seluler petugas keamanan, sehingga respons terhadap potensi kebakaran dapat dilakukan lebih cepat.

Dosen pembimbing, Hanggoro Aji Al Kautsar, menyampaikan bahwa solusi tersebut dirancang agar sesuai dengan kebutuhan operasional mitra serta mudah diadopsi. Menurutnya, sistem tidak hanya memantau kondisi secara berkelanjutan, tetapi juga memberikan peringatan dini yang akurat untuk membantu meminimalkan risiko dan dampak kebakaran.

Tim PkM dipimpin oleh Syafriadi Putra, dengan anggota Inna Syafitri, Alpian Hidayat Saputra, Jimy Agus Prayoga, dan Hasan Adiguna. Selain melakukan instalasi perangkat, tim juga menggelar pelatihan bagi staf PT Jamkrindo terkait penggunaan sistem, pemantauan data sensor, dan prosedur mitigasi kebakaran. Pihak mitra turut berperan dengan menyediakan lokasi instalasi, dukungan data teknis, serta keterlibatan dalam uji coba sistem.

Berdasarkan hasil evaluasi, penerapan sistem ini disebut meningkatkan aspek keselamatan kerja. Waktu respons penanganan indikasi kebakaran yang sebelumnya memerlukan 3–5 menit dilaporkan dapat dipersingkat menjadi kurang dari 30 detik melalui notifikasi digital. Evaluasi pelatihan juga menunjukkan kompetensi pegawai terkait pemanfaatan teknologi IoT dan mitigasi risiko kebakaran meningkat lebih dari 50 persen.

Di akhir kegiatan, Hanggoro mendorong mahasiswa untuk terus berinovasi dan peka terhadap kebutuhan di sekitar. Ia menekankan pentingnya mencari peluang dari hal-hal terdekat dan memastikan alat yang dibuat memberi dampak bagi masyarakat, sebagaimana disampaikan dalam keterangan rilis yang diterima pada Senin (15/12).

Melalui kolaborasi ini, UBSI menyatakan komitmennya menghadirkan program PkM yang aplikatif dan berdampak. Ke depan, UBSI berharap kerja sama dengan mitra industri seperti PT Jamkrindo dapat terus diperluas untuk memperkuat ekosistem inovasi serta meningkatkan keselamatan dan kualitas lingkungan kerja melalui teknologi.