Universitas Surabaya (Ubaya) mengukuhkan 10 guru besar baru dari lima fakultas dalam rapat senat terbuka di Kampus Ubaya Tenggilis, Surabaya, Selasa. Pengukuhan ini disebut sebagai upaya memperkuat ekosistem riset dan inovasi menjelang Dies Natalis ke-58.
Rektor Ubaya Dr Benny Lianto mengatakan bertambahnya jumlah guru besar diharapkan memperkuat kapasitas kepemimpinan ilmiah, kolaborasi riset, serta hilirisasi inovasi. Ia berharap kehadiran para profesor baru mendorong lahirnya penelitian unggul, memperluas kolaborasi dengan industri, dan menghasilkan solusi inovatif yang berdampak bagi bangsa.
Menurut Benny, pengukuhan tersebut juga menjadi hadiah menjelang hari jadi Ubaya ke-58 pada 11 Maret 2026. Ia menegaskan pengangkatan guru besar bukan hanya pencapaian akademik individual, melainkan wujud integritas intelektual dan kebermanfaatan bagi masyarakat.
Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) Wilayah VII Jawa Timur, Prof Dyah Sawitri, berharap para profesor yang dikukuhkan dapat menjalankan peran sebagai agen perubahan sekaligus meningkatkan daya saing riset serta pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi. Ia juga menekankan nilai multikultur yang dimiliki Ubaya perlu menjadi komitmen dan diterapkan secara konsisten sebagai kearifan yang menjadi sumber kekuatan.
Dyah menambahkan peningkatan daya saing perlu diwujudkan tidak hanya dalam penelitian, tetapi juga pada pendidikan dan pengabdian masyarakat. Dengan demikian, mutu dapat terus dikedepankan untuk mendukung terwujudnya sumber daya manusia unggul.
Sepuluh guru besar yang dikukuhkan adalah Prof Dr Go Lisanawati SH MHum dari Fakultas Hukum; Prof Dr apt Oeke Yunita SSi MSi, Prof Dr apt Amelia Lorensia SFarm MFarmKlin, Prof Dr apt Rika Yulia SSi SpFRS, serta Prof apt Kartini SSi MSi PhD dari Fakultas Farmasi.
Selanjutnya, Prof Dr Felizia Arni Rudiawarni SE MAk dan Prof Dr Werner R Murhadi SE MM CSA CIB CRP dari Fakultas Bisnis dan Ekonomika; Prof Dr Joko Siswantoro SSi MSi HCIA-AI CADS serta Prof Lisana SKom MInfTech PhD dari Fakultas Teknik; dan Prof Dr rer nat Sulistyo Emantoko Dwi Putra SSi MSi dari Fakultas Teknobiologi.
Dengan penambahan tersebut, jumlah profesor aktif yang mengajar di Ubaya kini menjadi 36 orang. Ubaya menilai peningkatan ini memperkuat kepemimpinan ilmiah serta kolaborasi penelitian dan inovasi di lingkungan kampus.