Publik baru-baru ini dikejutkan oleh pengumuman Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan keluarganya mengenai rencana peluncuran Trump Mobile, sebuah merek ponsel yang dikaitkan dengan Trump beserta keluarga. Model pertama yang diperkenalkan adalah Trump Mobile T1, yang dalam foto-foto awal tampak hadir dengan balutan warna emas mencolok.
Menurut laporan The Verge, Trump Mobile T1 akan dijual dengan harga USD 499 atau sekitar Rp 8,1 jutaan. Ponsel ini juga disebut-sebut akan menjadi smartphone yang dibuat di Amerika Serikat, dengan rencana peluncuran pada akhir 2025.
Seorang juru bicara Trump Organization menyatakan, “Manufaktur untuk smartphone ini akan dilakukan di Alabama, California, dan Florida.” Namun, penelusuran The Verge yang dikutip Tekno Liputan6.com pada Rabu (18/6/2025) mengungkap dugaan bahwa organisasi Trump kemungkinan menyembunyikan asal rantai pasokan ponsel Android tersebut.
The Verge menilai Trump Mobile T1 berpeluang merupakan perangkat white label, yakni produk yang diproduksi pihak lain lalu dipasarkan dengan merek berbeda. Dalam skenario ini, sebagian besar atau seluruh produksi diduga ditangani pabrikan smartphone China.
Dalam laporannya, The Verge menyoroti konteks industri bahwa perusahaan-perusahaan pembuat ponsel dari Tiongkok memegang 44 persen pengiriman smartphone kelas budget dan menengah secara global. Sementara itu, sejumlah produsen seperti Samsung dan Huawei disebut lebih berfokus memproduksi perangkat flagship mereka sendiri.
Untuk menelusuri kemungkinan produsen asli Trump Mobile T1, The Verge menyisir berbagai sumber selama 24 jam, termasuk Amazon dan GSM Arena, dengan mencocokkan spesifikasi perangkat yang beredar.
Trump Mobile T1 disebut menjalankan Android 15 dan mengusung desain yang menyerupai iPhone Pro series dengan susunan tiga kamera besar di bagian belakang. Berbeda dari banyak ponsel flagship, perangkat ini disebut tidak dilengkapi LED flash, meski tata letak kameranya dinilai mirip dengan iPhone Pro.
Dari sisi layar, Trump Mobile T1 diklaim memakai panel OLED 6,78 inci dengan refresh rate 120Hz. Ponsel ini disebut memiliki RAM 12GB dan penyimpanan internal 256GB, serta mendukung ekspansi microSD. Kapasitas baterainya diklaim 5.000mAh, dan jack audio masih tersedia. Untuk kamera, spesifikasi yang disebutkan adalah kamera utama 50MP, kamera makro 2MP, dan depth 2MP.
Berdasarkan kecocokan spesifikasi dan tampilan, The Verge mengaitkan perangkat tersebut dengan beberapa model ponsel dari produsen Tiongkok. Salah satu dugaan mengarah ke Doogee, dengan kemungkinan model Doogee Note 58 karena kemiripan desain dan penggunaan Android 15. Namun, Doogee Note 58 memiliki baterai 6.250mAh, sehingga dinilai kurang sesuai dengan klaim kapasitas baterai Trump Mobile T1.
Penelusuran berikutnya menyoroti kemiripan dengan Ulefone Note 18 Ultra. Keduanya disebut sama-sama memiliki tampilan ala iPhone Pro, ukuran layar 6,78 inci, serta konfigurasi RAM dan penyimpanan yang serupa. Meski demikian, Ulefone Note 18 Ultra disebut memiliki refresh rate 90Hz, berbeda dari klaim 120Hz pada Trump Mobile T1.
Selain itu, The Verge juga menyebut ponsel lain yang dinilai memiliki kemiripan tertentu, seperti Blu G84, terutama pada aksen marmer di bodi belakang serta keberadaan jack headphone 3,5mm dan ukuran layar yang disebut 6,8 inci. Ada pula Bold K20 yang disebut sudah tersedia dalam balutan warna emas yang mengingatkan pada tampilan Trump Mobile T1.
Hingga kini, penelusuran tersebut belum menyimpulkan secara pasti produsen asli Trump Mobile T1. Namun, laporan itu menekankan adanya sejumlah kemiripan yang membuka kemungkinan perangkat tersebut merupakan produk white label yang basis produksinya berasal dari pabrikan di China, meski sebelumnya diklaim akan diproduksi di sejumlah negara bagian di Amerika Serikat.