Akses internet dan teknologi informasi sebelumnya masih menjadi hal yang asing bagi banyak warga di desa-desa terpencil di komune Dan Hoa. Sejumlah lansia belum pernah menggunakan komputer, sementara remaja yang ingin mencari informasi atau belajar daring kerap menghadapi keterbatasan karena minimnya sarana.
Kehadiran titik akses internet komunitas kini menjadi “gerbang baru” bagi masyarakat untuk menjangkau pengetahuan. Melalui fasilitas ini, warga dapat mencari informasi, mempelajari hal baru, mengakses layanan publik secara daring, serta mulai membiasakan diri dengan lingkungan digital.
Warga Desa Bai Dinh, Ho Van Huong, mengatakan sebelumnya masyarakat kesulitan mencari informasi maupun menyelesaikan prosedur secara daring karena keterbatasan fasilitas. “Sekarang dengan adanya titik akses internet tepat di pusat komunitas, kami sangat senang dan bersyukur atas program ini. Anak-anak di desa memiliki kesempatan belajar yang lebih baik, dan orang dewasa juga dapat menemukan lebih banyak informasi untuk membantu mereka dalam kehidupan mereka,” ujarnya.
Lebih dari sekadar tempat untuk terhubung ke internet, titik akses ini juga dipandang sebagai “kelas terbuka”. Anggota serikat pemuda Kepolisian Provinsi Quang Tri bersama tim transformasi digital kepolisian komune memberikan pendampingan langsung kepada warga, mulai dari cara menggunakan komputer, mencari informasi di internet, mengurus prosedur administrasi daring, hingga mengakses aplikasi yang menunjang kehidupan dan produksi sehari-hari.
Kapten Trinh Van Quan dari Departemen Pemuda Kepolisian Provinsi Quang Tri menyampaikan, model “Titik Akses Internet Komunitas – Program Literasi Digital untuk Masyarakat” diterapkan untuk membantu mempersempit kesenjangan digital antara wilayah maju dan daerah perbatasan, sekaligus mendorong peran perintis polisi muda dalam proses transformasi digital.
Ia berharap program ini dapat membantu warga perbatasan secara bertahap mengakses teknologi dan mengembangkan keterampilan digital dalam kehidupan sehari-hari. “Pada saat yang sama, kami bertujuan untuk menyebarkan semangat bahwa setiap anggota serikat pemuda adalah pendukung transformasi digital,” kata Trinh Van Quan.
Di tengah proses transformasi digital yang terus berjalan, “kelas digital” di Dan Hoa dinilai tidak hanya memperluas akses teknologi, tetapi juga membuka ruang belajar dan peningkatan pengetahuan, serta menjadi langkah untuk memperkecil kesenjangan pembangunan antara wilayah perbatasan dan daerah lainnya.