Universitas Negeri Malang (UM) kembali mencatat capaian di tingkat nasional. Tim mahasiswa yang tergabung dalam Tim iSee dinyatakan lolos pendanaan Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) Tahun 2025 yang diselenggarakan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi melalui Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.
Dalam skema PKM-KI, Tim iSee mengusung gagasan berjudul “Teknologi Wearable Headband Berbasis Deep Learning untuk Obstacle Detection dengan Interactive Voice Guidance guna Membantu Mobilitas Tunanetra”. Inovasi tersebut berupa perangkat wearable berbentuk headband yang dirancang untuk membantu penyandang tunanetra mendeteksi rintangan di sekitar mereka saat beraktivitas.
Perangkat ini memanfaatkan teknologi deep learning dan dilengkapi fitur interactive voice guidance yang memberikan peringatan secara real-time. Dengan mekanisme tersebut, pengguna diharapkan lebih mudah menjaga arah sekaligus meningkatkan keselamatan selama bermobilitas.
Tim iSee UM beranggotakan Dewi Fatma Wati, Likmidianna Putri, Rico Deandra Pratignyo, Mohamad Tegar, dan Triya Valentina. Dewi Fatma Wati selaku ketua tim menyampaikan, ide pengembangan perangkat ini berangkat dari keprihatinan terhadap keterbatasan alat bantu mobilitas yang ramah teknologi bagi penyandang tunanetra saat ini.
“Kami berharap karya ini dapat dikembangkan lebih lanjut, hingga benar-benar bermanfaat bagi masyarakat luas, khususnya saudara-saudara kita penyandang tunanetra,” ujar Dewi Fatma.
Setelah dinyatakan lolos pendanaan, Tim iSee dijadwalkan mengikuti Bimbingan Teknis (Bimtek) Pelaksanaan PKM-KI 2025 secara daring yang digelar Ditjen Dikti Saintek sebagai persiapan implementasi program.
Dengan dukungan pendanaan yang diterima, UM berharap proyek inovatif tersebut dapat berjalan maksimal hingga tahap luaran dan memberi kontribusi nyata dalam pengembangan teknologi perangkat bantu (assistive device) di Indonesia.