BERITA TERKINI
Tim FKIK UNJA Lolos Pendanaan PKM, Usung Program KOTA untuk Kurangi Nomophobia

Tim FKIK UNJA Lolos Pendanaan PKM, Usung Program KOTA untuk Kurangi Nomophobia

Tim mahasiswa Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) Universitas Jambi (UNJA) lolos pendanaan Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan (BELMAWA) melalui proposal bertema “Strategi Mengurangi Nomophobia pada Remaja dan Dewasa Awal melalui Psikoedukasi dan Aktivitas Sosial Berbasis Komunitas”. Kegiatan terkait program tersebut dilaksanakan pada 28 September 2025 di Aula Kantor Camat Jelutung, Kota Jambi.

Tim FKIK UNJA ini diketuai Desi Julita Sari Banjarnahor (Psikologi 2023), dengan anggota Putri Chairunisa (Psikologi 2024), Maria Indah Septiani Sianturi (Ilmu Keperawatan 2023), dan Rahel Monalisa Situmeang (Ilmu Keperawatan 2023). Mereka menyatakan keberhasilan lolos pendanaan diharapkan dapat memberi dampak bagi lingkungan sekitar sekaligus menjadi sarana implementasi ilmu yang dimiliki.

Dosen pendamping PKM, Annisa Dianesti Dewi, M.Psi, menyampaikan apresiasi atas capaian tim serta menekankan pentingnya kolaborasi dan kerja sama dalam menjalankan program. Ia berharap program “Digital Detox” yang diusung dapat membantu remaja dan dewasa awal mengurangi nomophobia serta meningkatkan kesadaran akan keseimbangan antara kehidupan digital dan kehidupan nyata.

Desi menjelaskan, persiapan dilakukan melalui kerja sama tim, mulai dari penyusunan proposal, pembahasan permasalahan yang sesuai dengan tema nomophobia, penyusunan rencana anggaran biaya (RAB) dan rundown, hingga penyusunan buku panduan mitra. Ia mengatakan tema nomophobia dipilih setelah melalui bimbingan dengan dosen pembimbing dan mempertimbangkan relevansinya dengan kondisi saat ini, ketika banyak orang selalu membawa ponsel dan merasa cemas saat tidak dapat mengakses gawai.

Selain rangkaian psikoedukasi dan aktivitas sosial berbasis komunitas, program ini juga memuat sesi “KOTA” (komitmen taat) yang berisi komitmen peserta terkait penggunaan gadget. Desi berharap, setelah mengikuti kegiatan, peserta dapat menurunkan tingkat nomophobia, lebih bijak menggunakan smartphone, serta menerapkan materi yang diperoleh dalam kehidupan sehari-hari.

Capaian tersebut menambah daftar prestasi mahasiswa UNJA dalam ajang PKM. Melalui program ini, tim FKIK UNJA menilai gagasan yang mereka bawa diharapkan dapat menjadi solusi yang relevan dan berdampak positif di tengah tantangan penggunaan gawai pada era digital.