BERITA TERKINI
Tiga Inovasi Alat Kesehatan Riset UNJ Lolos Kurasi Nasional dan Ikuti Business Matching Kemenkes

Tiga Inovasi Alat Kesehatan Riset UNJ Lolos Kurasi Nasional dan Ikuti Business Matching Kemenkes

Tiga produk inovasi alat kesehatan hasil penelitian dosen Universitas Negeri Jakarta (UNJ) lolos kurasi nasional dan berpartisipasi dalam kegiatan Business Matching Ekosistem Inovasi Alat Kesehatan yang diselenggarakan Kementerian Kesehatan RI. Acara tersebut berlangsung pada 9 Oktober 2025 di Hotel Alana Palagan, Yogyakarta.

Kegiatan business matching mempertemukan pemangku kepentingan dalam pengembangan dan hilirisasi alat kesehatan nasional, mulai dari perguruan tinggi, start-up, laboratorium pengujian, hingga organisasi penelitian klinis. Tujuannya memperkuat jejaring kolaboratif antara dunia riset dan industri, sekaligus mempercepat komersialisasi inovasi.

Sebelum berpartisipasi dalam forum tersebut, setiap inovasi melalui rangkaian tahapan, mulai dari pendaftaran, kurasi, hingga seleksi ketat oleh tim ahli Kementerian Kesehatan. Setelah dinyatakan lolos, tim inovasi UNJ memasuki tahap pencarian mitra bisnis yang sesuai dengan kebutuhan produksi dan distribusi.

Dari kegiatan ini, tiga produk inovasi UNJ disebut berhasil menarik minat 12 calon mitra potensial yang terdiri atas perusahaan produsen dan distributor alat kesehatan nasional. Sejumlah perusahaan yang tercatat di antaranya PT Paramount Bed Indonesia, PT Bisatech Healthcare Indonesia, PT Smartplus Elektronika Indonesia, PT Ecosains Hayatu, PT Sentral Medika Indonesia, PT Buana Mitra Sukses, PT Tetra Solusi Perdana, dan PT Kusuma Sukses Makmur.

Business matching tersebut menghasilkan rencana kerja sama strategis, baik untuk kemitraan produksi dan distribusi maupun penelitian lanjutan guna pengembangan alat kesehatan inovatif. Kegiatan ini juga membuka peluang kolaborasi antarpeneliti lintas kampus untuk mengembangkan produk sejenis yang relevan dengan kebutuhan layanan kesehatan nasional.

Wakil Rektor Bidang Riset, Inovasi, dan Sistem Informasi UNJ, Prof. Fahrurrozi, mengapresiasi para dosen peneliti yang berhasil menembus kurasi nasional dan membangun jejaring dengan pelaku industri. Ia menilai capaian tersebut menunjukkan peran UNJ dalam menghasilkan inovasi yang berpeluang dikomersialisasikan.

“Capaian ini menegaskan posisi UNJ sebagai universitas riset yang tidak hanya produktif dalam publikasi ilmiah, tetapi juga mampu menghadirkan inovasi yang siap dikomersialisasikan. Business matching menjadi jembatan penting agar hasil riset benar-benar memberi manfaat nyata bagi masyarakat dan memperkuat kemandirian alat kesehatan nasional,” ujar Prof. Fahrurrozi.

Direktur Inovasi, Sistem Informasi, dan Pemeringkatan UNJ, Murti Kusuma Wirasti, menekankan pentingnya forum tersebut untuk mempercepat hilirisasi inovasi kampus. Menurutnya, business matching menjadi ruang untuk menemukan mitra produksi dan distribusi yang sesuai dengan karakteristik setiap produk inovasi.

“Business matching ini penting untuk menemukan mitra produksi dan distribusi yang sesuai dengan karakteristik setiap produk inovasi. Banyak hasil riset UNJ yang telah memiliki paten dan sertifikat pengujian, kini membutuhkan dukungan industri agar dapat diproduksi massal dan digunakan secara luas,” kata Murti.

Dengan lolosnya tiga produk inovasi alat kesehatan dalam ajang business matching nasional ini, UNJ menegaskan komitmennya pada riset terapan dan upaya mendorong pemanfaatan inovasi untuk kebutuhan layanan kesehatan di Indonesia.