BERITA TERKINI
Tiga Bulan Berjalan, Garuda Spark Bandung Catat Hasil Awal bagi Startup dan Talenta Digital

Tiga Bulan Berjalan, Garuda Spark Bandung Catat Hasil Awal bagi Startup dan Talenta Digital

Program Garuda Spark Bandung mulai menunjukkan hasil nyata setelah berjalan tiga bulan. Inisiatif Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) ini disebut tidak hanya menyediakan ruang diskusi dan pembelajaran, tetapi juga menghasilkan capaian yang dirasakan langsung oleh ekosistem perusahaan rintisan (startup) dan talenta digital di Kota Bandung.

Diluncurkan pada September 2025, Garuda Spark Bandung telah mengkurasi dan mengembangkan 10 startup lokal. Capaian tersebut dipandang menjadi sinyal bahwa di tengah ketidakpastian industri digital, kolaborasi masih dapat membuka peluang pertumbuhan bagi pelaku startup.

Selain menghasilkan angka capaian, program ini juga dinilai membentuk pola kerja baru di ekosistem startup Bandung. Sejumlah startup yang sebelumnya berjalan sendiri mulai terhubung dengan komunitas, kampus, mitra global, hingga pemerintah dalam ekosistem pembelajaran yang lebih terbuka.

President of Alkademi Foundation, Dyah R. Helmi, menilai hasil Garuda Spark Bandung mencerminkan besarnya potensi digital masyarakat apabila memperoleh akses yang tepat. Ia menyebut program tersebut membuka kesempatan belajar bisnis digital dan ekosistem global secara terbuka dan gratis bagi warga Bandung.

Dampak lain yang disebut paling terasa muncul dari pengembangan talenta muda. Dalam rangkaian kolaborasi bersama Alkademi dan mitra global, sebanyak 15.749 aplikasi berhasil dibuat oleh siswa SMK di Jawa Barat, sebuah capaian yang disebut mendapat pengakuan Guinness World Record. Angka ini dinilai menunjukkan bahwa program tersebut tidak hanya mendorong pertumbuhan startup, tetapi juga menyiapkan generasi penerus ekosistem digital.

Dari sisi komunitas, Vice President of Startup Bandung, Nur Islami Javad, menyatakan program ini membantu menjembatani startup berpengalaman dengan generasi baru. Ia menyebut pada 2025 tantangan bagi startup cukup besar, sementara Garuda Spark membuka ruang regenerasi melalui komunitas yang memiliki 150 startup senior dan dampaknya menjangkau lebih dari 2.500 anak muda yang mulai terlibat.

Efek lanjutan juga terlihat pada aktivitas komunitas. Event digital akhir tahun yang digelar komunitas startup Bandung diikuti sekitar 12.000 peserta daring. Di saat yang sama, sejumlah startup mulai menyusun sustainability report sebagai strategi untuk bertahan dan tumbuh di tengah persaingan.

Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid, menilai hasil awal Garuda Spark Bandung menunjukkan kekuatan pendekatan berbasis ekosistem. Ia menyebut dalam tiga bulan pelaksanaan, sudah ada 10 startup yang dibantu, dikurasi, dan dikembangkan bersama oleh Kemkomdigi, Startup Bandung, Alkademi, serta mitra internasional seperti NUS Singapura.

Menurut Meutya, capaian ini menjadi indikasi bahwa startup lokal membutuhkan ruang kolaboratif untuk saling belajar, bukan semata bersaing. Secara keseluruhan, hasil awal Garuda Spark Bandung disebut menunjukkan pembangunan ekosistem digital dapat bertumbuh dari ruang belajar yang terbuka, kolaborasi yang konsisten, serta kepercayaan pada potensi lokal.