Mendesain rumah kini tidak selalu identik dengan biaya besar atau keharusan menyewa jasa profesional. Dengan bantuan teknologi, perencanaan interior dapat dilakukan lewat laptop maupun ponsel, termasuk untuk pemula yang baru mulai mencari konsep hunian.
Sejumlah desainer juga memanfaatkan aplikasi desain interior online untuk mengeksplorasi ide sebelum mengeksekusi desain secara nyata. Menurut pakar real estat sekaligus desainer interior Taylor Szostak, salah satu sumber kesalahan yang kerap terjadi adalah ketika estetika atau gaya belum didefinisikan sejak awal.
Berikut tiga aplikasi desain interior online yang disebut membantu proses perencanaan, mulai dari penyusunan konsep hingga simulasi tampilan ruang.
1. Canva untuk menyusun konsep dan mood board
Bagi pemula, langkah awal yang dinilai penting adalah menentukan gaya. Canva kerap digunakan untuk kebutuhan ini karena tampilannya sederhana dan mudah dipahami. Melalui fitur drag and drop, pengguna dapat membuat mood board, mengatur kombinasi warna, serta mencoba ide furnitur secara visual.
Dengan visualisasi awal, proses perencanaan menjadi lebih terarah dan dapat membantu menghindari kebiasaan membeli dekorasi tanpa konsep yang jelas.
2. SketchUp Free untuk visualisasi 3D
Setelah konsep terbentuk, SketchUp Free dapat dipakai untuk melihat rancangan ruangan dalam bentuk tiga dimensi. Meski pada awalnya terlihat rumit, aplikasi ini disebut cukup mudah dipelajari.
Fitur 3D membantu pengguna memahami ukuran ruang, jarak antarfurnitur, hingga alur gerak di dalam rumah. Manfaat yang sering dirasakan adalah mengurangi risiko salah membeli furnitur yang tidak sesuai ukuran ruangan, sehingga dapat menghemat waktu dan biaya.
3. Roomstyler untuk simulasi furnitur yang lebih realistis
Roomstyler menawarkan pengalaman perancangan yang lebih mendekati kondisi nyata. Pengguna dapat menambahkan berbagai furnitur dari merek tertentu ke dalam desain virtual untuk mencoba beragam kombinasi sebelum melakukan pembelian.
Aplikasi ini dinilai cukup sederhana bagi pemula, namun tetap memadai untuk menghasilkan tampilan desain yang terlihat rapi dan profesional.
Menentukan gaya sejak awal
Kesalahan yang kerap muncul dalam desain interior adalah langsung mendekorasi tanpa arah. Menentukan gaya sejak awal menjadi fondasi untuk menyelaraskan pilihan warna, furnitur, dan dekorasi. Referensi bisa dicari dari berbagai platform visual, lalu dipilih beberapa yang paling sesuai agar fokus tetap terjaga.
Memahami ukuran dan tata letak ruang
Selain gaya, ukuran ruangan berperan besar dalam kenyamanan. Ruang yang terasa sempit tidak selalu disebabkan oleh luasnya, tetapi bisa karena penataan. Template dari aplikasi desain dapat membantu memahami proporsi sebagai panduan awal sebelum mengembangkan gaya sendiri.
Menguji warna agar hasil tidak meleset
Warna di layar dapat berbeda dengan tampilan aslinya karena pencahayaan ruangan. Untuk mengurangi risiko salah pilih, pengguna disarankan mencoba sampel warna langsung di dinding dan mengamati perubahannya pada pagi, siang, dan malam hari.
Sentuhan personal dan ruang yang lebih hidup
Desain interior tidak harus selalu sempurna. Ruangan yang terasa hangat sering kali hadir dari sentuhan personal pemiliknya. Memadukan berbagai jenis furnitur—tidak harus dari satu gaya atau sumber—dapat membuat ruang terasa unik. Ruang juga bisa berkembang lewat eksperimen, karena ide terbaik terkadang muncul dari hal yang tidak sepenuhnya direncanakan.