Jakarta — Telkomsat menjalin kemitraan strategis dengan perusahaan teknologi asal Australia, Myriota, melalui penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) untuk menghadirkan layanan Satellite Internet of Things (IoT) berdaya rendah di Indonesia. Kolaborasi ini ditujukan untuk mendukung kebutuhan konektivitas berbagai sektor industri di Indonesia serta kawasan ASEAN.
Penandatanganan MoU berlangsung di Jakarta dan dilakukan oleh Direktur Pengembangan Telkomsat Anggoro Kurnianto Widiawan serta Regional Sales Director Myriota Daniel Franklin. Acara tersebut turut disaksikan oleh Joe Szakacs selaku Minister for Trade and Investment sekaligus Minister for Industry, Innovation and Science dari Pemerintah Australia Selatan, bersama VP Product, Solution & Partnership Telkomsat Hadi Margono dan VP Corporate Planning & Business Development Telkomsat Risdianto Yuli Hermansyah.
Telkomsat menilai kerja sama ini sebagai langkah strategis untuk memperkuat transformasi digital Indonesia. Perusahaan menyebut teknologi Earth Intelligence dan Satellite IoT diperkirakan berkembang pesat dalam lima tahun ke depan, sehingga kolaborasi ini dinilai dapat membuka peluang baru bagi peningkatan ketahanan digital serta penguatan kemampuan teknologi ruang angkasa nasional.
Pemerintah Australia Selatan juga menyambut kemitraan tersebut. Australia Selatan dikenal sebagai salah satu pusat pertumbuhan industri antariksa Australia dan menjadi lokasi berbagai perusahaan global, termasuk Myriota. Pemerintah setempat menilai kerja sama ini berpotensi memberi manfaat ekonomi bagi kedua negara serta mendukung sektor-sektor penting di Indonesia, terutama di wilayah terpencil, sektor maritim, agrikultur, energi, dan industri lainnya.
Melalui MoU ini, Myriota akan membawa sejumlah layanan konektivitas satelit ke Indonesia. Teknologi yang ditawarkan memanfaatkan jaringan geostasioner untuk menghadirkan konektivitas yang fleksibel dan dapat disesuaikan dengan kebutuhan pengguna. Layanan HyperPulse juga melengkapi layanan UltraLite berbasis satelit orbit rendah (LEO) milik Myriota, sehingga memperkuat portofolio multi-orbit Telkomsat dalam layanan IoT.
Layanan Satellite IoT hasil kolaborasi ini diarahkan untuk mendukung sektor-sektor seperti maritim, minyak dan gas, pertanian, hingga pemantauan lingkungan dan kebencanaan, khususnya bagi kebutuhan konektivitas stabil di area yang jauh dari jaringan terestrial.
Anggoro Kurnianto Widiawan mengatakan kerja sama tersebut menjadi langkah penting dalam pengembangan IoT berbasis satelit di Indonesia. “Kemitraan dengan Myriota adalah langkah besar untuk memperluas pemanfaatan teknologi IoT berbasis satelit. Dengan menggabungkan jangkauan Telkomsat dan teknologi Myriota, kami ingin memastikan konektivitas yang andal dapat menjangkau sektor-sektor vital, termasuk wilayah terpencil di seluruh Nusantara,” ujarnya.
Ia menambahkan, MoU ini dirancang untuk jangka panjang. “Ini bukan kerja sama jangka pendek. MoU ini menjadi fondasi untuk membangun model bisnis yang berkelanjutan dan memperkuat kemampuan teknologi ruang angkasa Indonesia. Kami yakin kolaborasi ini akan membawa manfaat besar bagi masyarakat dan dapat meningkatkan perekonomian,” katanya.
Ke depan, Telkomsat dan Myriota menyatakan akan berfokus pada pembangunan basis pelanggan, percepatan masuk pasar, pengembangan ekosistem, serta mendorong lokalisasi teknologi. Kolaborasi ini diharapkan mendukung upaya Indonesia memperkuat kedaulatan digital dan daya saing industri melalui pemanfaatan inovasi berbasis satelit.