Perkembangan teknologi digital yang bergerak cepat dinilai membuat mahasiswa informatika tidak cukup hanya berfokus pada tugas kuliah dan capaian akademik. Dalam situasi ketika perubahan terjadi dalam hitungan bulan bahkan minggu, keunggulan disebut tidak lagi semata ditentukan oleh penguasaan teori, melainkan oleh keberanian untuk mencoba, bereksperimen, dan menghasilkan karya nyata.
Ketua Program Studi Informatika S1 Universitas Nusa Mandiri (UNM), Arfhan Prasetyo, menekankan pentingnya membangun startup mindset di kalangan mahasiswa. Ia menyebut, konsep tersebut kerap disalahpahami sebagai sekadar mendirikan perusahaan rintisan. Menurutnya, startup mindset lebih merujuk pada pola pikir yang berani mengambil risiko, cepat beradaptasi, dan tidak takut gagal.
Arfhan menilai masih banyak mahasiswa yang ragu melangkah karena takut gagal bahkan sebelum memulai. Padahal, dalam dunia teknologi dan startup, kegagalan disebut sebagai bagian dari proses belajar. Ia menggambarkan setiap kesalahan sebagai data dan setiap kegagalan sebagai umpan balik untuk memperbaiki strategi. Mahasiswa yang berani mencoba meski belum berhasil dinilai akan memperoleh pengalaman yang lebih berharga dibandingkan mereka yang hanya berkutat pada teori.
Ia juga menilai perbedaan antara mahasiswa yang berkembang dan yang stagnan sering kali bukan terletak pada kemampuan, melainkan pada pola pikir. Karena itu, sebagai bagian dari UNM yang dikenal sebagai Kampus Digital Bisnis, pihaknya mendorong mahasiswa untuk tidak hanya belajar, tetapi juga berkarya melalui proyek nyata sejak dini, mulai dari aplikasi sederhana, pengembangan sistem, hingga eksplorasi ide bisnis digital.
Pendekatan tersebut, menurut Arfhan, bertujuan menanamkan prinsip bahwa ide tanpa eksekusi tidak memiliki nilai. Ia menyebut banyak ide brilian tidak berdampak karena tidak diwujudkan, sementara ide sederhana yang dieksekusi dengan baik justru dapat menghadirkan solusi nyata.
Arfhan menilai Generasi Z memiliki keunggulan berupa akses luas terhadap teknologi, informasi, dan tools digital. Namun, ia mengingatkan keunggulan itu tidak akan berarti jika tidak dibarengi keberanian untuk mencoba. Ia menyimpulkan, startup mindset mengajarkan prinsip untuk lebih baik mencoba dan belajar dari kegagalan daripada tidak pernah memulai dan tertinggal.
Ia juga menyoroti pergeseran kebutuhan dunia kerja. Menurutnya, perusahaan tidak hanya mencari lulusan yang pintar, tetapi juga yang memiliki inisiatif, pengalaman proyek, dan kemampuan memecahkan masalah. Kemampuan tersebut, katanya, tidak bisa diperoleh hanya dari ruang kelas, melainkan melalui proses mencoba secara nyata.
Karena itu, Arfhan mengajak mahasiswa informatika untuk mengubah cara pandang dengan tidak menunggu sempurna untuk memulai, tidak takut gagal sebelum mencoba, serta memulai dari hal kecil melalui pembangunan proyek, pengujian ide, dan pembelajaran berkelanjutan dari proses yang dijalani.
Penulis: Arfhan Prasetyo, Ketua Program Studi Informatika S1 Universitas Nusa Mandiri