Perkembangan startup digital di Kabupaten Lamongan menunjukkan tren meningkat. Dari 17.000 industri kecil menengah (IKM) binaan, sekitar 60 persen di antaranya dikelola kalangan muda atau milenial dengan memanfaatkan teknologi informasi dan pemasaran digital.
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Lamongan, M. Zamroni, menyebut pertumbuhan ini sejalan dengan gagasan penciptaan 10 ribu wirausaha baru yang digagas Bupati Lamongan Yuhronur Efendi. Menurutnya, meski masih berstatus perintis, program tersebut dinilai dapat mendorong lahirnya startup digital di daerah.
Zamroni menjelaskan, pelaku usaha di Lamongan semakin terbiasa menggunakan teknologi, terutama untuk pemasaran. Produk-produk lokal mulai ditawarkan melalui berbagai kanal digital, seperti Instagram, Facebook, serta media pemasaran berbasis teknologi lainnya.
Ia menambahkan, segmentasi startup digital di Lamongan tergolong luas. Salah satu contohnya adalah peran influencer yang membantu memasarkan produk untuk menjangkau lebih banyak konsumen karena memiliki jumlah pengikut yang besar di media sosial. Selain itu, pihak yang memiliki kemampuan di bidang teknologi informasi juga dapat terlibat dalam pemasaran produk lokal meski bukan sebagai produsen.
Menurut Zamroni, bisnis digital berkaitan erat dengan kecepatan akses dan kemampuan memanfaatkan peluang. Karena itu, pemerintah daerah juga menyiapkan dukungan untuk memperkuat ekosistem pemasaran dan distribusi.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lamongan, kata Zamroni, turut memfasilitasi sarana kurir dan pemasaran, di antaranya melalui Pasar Online Lamongan (POL) yang dibuat Perumda Pasar serta Lala (Lapak Lamongan). Ia menilai perkembangan POL dan Lala cukup baik untuk memasarkan produk-produk Lamongan, dan berharap ke depan dapat berkembang lebih luas.
Zamroni juga menyebut layanan kurir yang memanfaatkan teknologi informasi sebagai media promosi dapat dikategorikan sebagai startup. Pemkab Lamongan, lanjutnya, terus memfasilitasi pelaku usaha untuk memperkuat branding produk, termasuk melalui pelatihan foto dan video produk. Pemerintah juga membantu pendataan pelaku usaha yang memanfaatkan startup digital agar dapat memperoleh izin PIRT dan sertifikasi halal untuk produk makanan.
Ia menegaskan, pemanfaatan bisnis berbasis digital di Lamongan sebenarnya sudah berlangsung sejak lama, namun kini diperkuat kembali melalui program bupati untuk menciptakan 10 ribu wirausaha, yang dinilai membuka peluang lebih luas bagi pemanfaatan startup digital.
Upaya pengembangan startup digital ini juga disampaikan Bupati Yuhronur Efendi kepada Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT), Abdul Halim Iskandar, saat kunjungan ke Lamongan pada Sabtu (25/9). Bupati menyatakan kesiapan daerahnya mendukung target 0 persen kemiskinan ekstrem pada 2024 sesuai target pemerintah pusat.
“Pada prinsipnya, kami siap untuk 0 persen kemiskinan ekstrim khususnya di Lamongan, sesuai target pemerintah pusat pada 2024. Melihat strategi dan beberapa hal tersebut, pada prinsipnya elemen-elemen yang kita gunakan nanti untuk kesuksesan strategi itu sebenarnya sudah siap. Mulai posyandu (kesehatan), pendidikan, hingga pengembangan ekonomi masyarakat. Tinggal penajaman di masing-masing itu,” ujar Yuhronur Efendi.