BERITA TERKINI
Spanyol Luncurkan HODIO untuk Lacak Ujaran Kebencian di Media Sosial, Hasil Pemantauan Akan Dipublikasikan

Spanyol Luncurkan HODIO untuk Lacak Ujaran Kebencian di Media Sosial, Hasil Pemantauan Akan Dipublikasikan

Pemerintah Spanyol meluncurkan sebuah alat pemantauan untuk menelusuri aktivitas masyarakat di media sosial. Alat bernama HODIO itu disebut digunakan untuk memperkuat pengawasan terhadap perusahaan-perusahaan di ranah media sosial.

HODIO merupakan akronim dalam bahasa Spanyol yang merujuk pada “jejak kebencian dan polarisasi”. Alat ini dirancang untuk melacak keberadaan, penyebaran (amplifikasi), serta dampak ujaran kebencian di platform digital secara otomatis.

Perdana Menteri Spanyol Pedro Sanchez mengatakan kebencian di ruang digital dapat memicu perpecahan di masyarakat. Ia juga membandingkan konsep “jejak kebencian” dengan “jejak karbon” yang selama ini menjadi topik pembahasan publik.

“Kami ingin mulai membicarakan dampak kebencian. Saat sesuatu diukur, tidak lagi tak terlihat,” kata Sanchez, dikutip dari Reuters, Kamis (12/3/2026).

Menurut rencana, HODIO akan bekerja mengumpulkan temuan dan hasilnya akan diumumkan kepada masyarakat. Dengan begitu, publik dapat melihat pihak mana yang memblokir konten, tidak patuh, dan mengambil keuntungan dari situasi tersebut.

Peluncuran HODIO menjadi bagian dari langkah baru “bersih-bersih” ruang digital di Spanyol. Pada bulan sebelumnya, pemerintah setempat juga mengumumkan rencana yang lebih luas untuk mengatur media sosial, termasuk pelarangan penggunaan bagi kelompok usia yang lebih muda.

Dalam laporan yang sama disebutkan aturan tersebut juga akan mulai diterapkan di Indonesia pada 28 Maret 2026.