SMPN 5 Kebumen meluncurkan aplikasi “Si Apik” (Sistem Informasi Pencatatan Kehadiran) pada Rabu, 1 April 2026. Peluncuran ini menjadi bagian dari peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-47 SMPN 5 Kebumen sekaligus menegaskan komitmen sekolah dalam menghadirkan pendidikan berbasis digital.
Peluncuran aplikasi tersebut turut dihadiri Kepala Dinas Pendidikan dan Kepemudaan Kebumen, Agus Sunaryo, yang meninjau uji coba sistem hasil kolaborasi sekolah dengan pihak pengembang. Aplikasi “Si Apik” dirancang untuk membantu pengelolaan kehadiran siswa sekaligus memungkinkan pemantauan aktivitas siswa selama proses belajar di sekolah.
Melalui sistem digital, orang tua dapat mengakses informasi kehadiran anak secara langsung melalui ponsel. Kepala SMPN 5 Kebumen, Tjandra Agustina Dewanti, menyebut inovasi ini sebagai langkah menuju transformasi sekolah berbasis teknologi. “Dulu orang tua tidak bisa memastikan anak benar-benar berangkat atau pulang sekolah. Sekarang, semua bisa dipantau secara langsung melalui aplikasi Si Apik,” ujarnya.
Selain mencatat absensi, “Si Apik” juga disiapkan sebagai sarana komunikasi antara guru dan orang tua. Guru dapat melaporkan aktivitas pembelajaran di kelas, dan ke depan fitur tersebut direncanakan berkembang hingga mencakup laporan hasil belajar siswa yang lebih komprehensif.
Pengembang aplikasi, Sulaiman Nur Rosyid, mengatakan “Si Apik” sebelumnya meraih juara pertama dalam ajang Krenova Kabupaten Kebumen 2025. Ia menjelaskan, sistem ini mengintegrasikan kartu siswa sebagai kartu multifungsi yang tidak hanya berfungsi sebagai identitas, tetapi juga dapat digunakan untuk absensi, akses perpustakaan, dan fungsi lainnya.
Menurut Sulaiman, teknologi serupa sebelumnya lebih banyak digunakan di sekolah swasta dan kini mulai diadopsi di sekolah negeri sebagai bagian dari modernisasi layanan pendidikan. Aplikasi “Si Apik” juga disebut sudah tersedia untuk diunduh orang tua melalui Play Store.
Agus Sunaryo menyampaikan apresiasi atas terobosan tersebut. Ia menilai “Si Apik” dapat memperkuat pengawasan orang tua sekaligus meningkatkan transparansi proses pendidikan. “Orang tua bisa memastikan kehadiran anak sekaligus mengetahui aktivitas pembelajaran mereka di sekolah,” katanya. Ia berharap inovasi ini terus dikembangkan dan dapat diterapkan di lebih banyak sekolah sebagai bagian dari percepatan transformasi digital pendidikan di Kabupaten Kebumen.