BERITA TERKINI
Sejumlah Driver Ojol Mengaku Matikan Aplikasi Saat Sore, Keluhkan Pesanan Tarif Hemat

Sejumlah Driver Ojol Mengaku Matikan Aplikasi Saat Sore, Keluhkan Pesanan Tarif Hemat

Sejumlah pengguna ojek online (ojol) mengeluhkan sulitnya mendapatkan pengemudi pada sore hingga menjelang malam hari, terutama pada jam pulang kerja. Waktu tunggu yang dibutuhkan disebut bisa berlangsung lama, bahkan mencapai belasan hingga puluhan menit.

Salah satu pengemudi ojol, Abdul (28), mengatakan sebagian driver memang memilih mematikan aplikasi pada jam-jam tertentu. Menurut dia, salah satu pemicunya adalah banyaknya pesanan yang menggunakan fitur tarif hemat.

“Ada beberapa memang yang mematikan aplikasi karena biasanya kebanyakan pada menggunakan tarif hemat. Karena kondisi jalanan yang tidak menentu dan cukup jauh banyak driver yang mematikan aplikasinya,” ujar Abdul saat ditemui, Kamis (12/3/2026).

Abdul menjelaskan, sejak adanya pembagian pesanan dengan kategori tarif hemat, banyak pengemudi mengeluhkan besaran tarif yang diterima dibandingkan jarak yang harus ditempuh untuk menjemput penumpang. Ia mencontohkan, pengemudi bisa diminta menempuh jarak hingga 5 kilometer untuk penjemputan, sementara jarak pengantaran dari titik penumpang hanya sekitar 1 kilometer.

Kondisi tersebut, kata Abdul, membuat sebagian driver memilih tidak mengambil pesanan, terutama pada jam sibuk ketika lalu lintas sedang padat. Ia juga mengakui banyak penumpang mengeluhkan sulitnya mendapatkan pengemudi pada waktu tertentu, khususnya antara pukul 17.00 hingga 18.00 WIB.

Dalam beberapa kasus, Abdul menyebut posisi pengemudi bisa berada cukup jauh dari lokasi penumpang, bahkan lebih dari 6 kilometer. “Kayak sekarang ini, tiba-tiba ada penumpang saya harus jemput dulu jaraknya enam kilometer, padahal jaraknya jauh dari saya,” tuturnya.

Di sisi lain, Abdul menyebut pengemudi berada dalam posisi sulit saat menerima pesanan tarif hemat. Jika membatalkan pesanan, driver berisiko terkena sanksi dari aplikasi. “Karena jika meng-cancel akan kena suspend sekitar 15 menit dan beragam lainya. Jika tetap diambil jarak tempuhnya yang lumayan,” kata dia.

Keluhan serupa disampaikan pengemudi lain, Mumuh (38). Pria asal Bogor itu menilai sistem tarif hemat membuat pendapatan yang diterima tidak sebanding dengan jarak yang harus ditempuh untuk menjemput penumpang.

Menurut Mumuh, pesanan tarif hemat kerap membuat pengemudi harus menempuh jarak yang cukup jauh sebelum menjemput pelanggan. “Kalau ordernya tarif hemat biasanya banyak driver yang mikir dua kali untuk ambil. Kadang jarak jemputnya jauh, tapi ongkosnya kecil,” ujarnya.