Samsung Electronics memperkuat integrasi Galaxy AI pada lini Galaxy Buds Series di Indonesia. Langkah ini menandai arah baru evolusi true wireless stereo (TWS) yang tidak lagi sekadar perangkat audio, tetapi semakin cerdas dan mampu menyesuaikan diri dengan konteks penggunaan.
Samsung menilai kebutuhan kerja modern menuntut perangkat yang dapat membantu menjaga fokus dan produktivitas, termasuk saat menghadapi gangguan suara di sekitar. Dengan dukungan Galaxy AI, Galaxy Buds dirancang untuk mengenali situasi dan merespons secara real-time, mulai dari menjaga kejernihan suara saat meeting hingga memastikan konektivitas tetap mulus ketika pengguna berpindah perangkat.
“Ekspektasi terhadap TWS terus berkembang. Pengguna kini membutuhkan perangkat yang mampu menyesuaikan diri dengan berbagai situasi penggunaan,” ujar Tipe Sultan, MX Product Marketing Manager Samsung Electronics Indonesia, dalam keterangan resminya, Jumat (20/2/2026).
Menurutnya, integrasi Galaxy AI pada Samsung Galaxy Buds Series ditujukan untuk menghadirkan pengalaman audio yang lebih adaptif dan relevan dengan ritme aktivitas sehari-hari.
Perubahan ini terlihat pada Galaxy Buds3 Series yang membawa fitur berbasis Galaxy AI, di antaranya Interpreter dalam Listening Mode untuk membantu percakapan lintas bahasa secara langsung, serta Adaptive Sound yang secara otomatis menyesuaikan audio berdasarkan kondisi lingkungan.
Samsung menyebut fitur-fitur tersebut mencerminkan pergeseran peran TWS dari perangkat pendengar pasif menjadi asisten audio yang aktif membantu komunikasi. Dalam konteks mobilitas tinggi dan interaksi global, kemampuan interpretasi bahasa secara instan dinilai dapat menjadi nilai tambah, terutama bagi profesional yang kerap berkomunikasi lintas bahasa.
Di sisi lain, Galaxy Buds Series juga diposisikan sebagai bagian dari ekosistem Galaxy yang saling terhubung. Perangkat ini terintegrasi dengan produk Samsung lain seperti smartphone, tablet, hingga wearable untuk menciptakan pengalaman penggunaan yang lebih intuitif.
Sultan menyatakan pihaknya melihat masa depan perangkat pintar bertumpu pada konektivitas yang terintegrasi, di mana setiap perangkat dapat bekerja selaras untuk memahami dan mendukung kebutuhan pengguna.