JAKARTA – Menjelang akhir Februari 2026, Samsung Electronics Indonesia resmi meluncurkan jajaran ponsel pintar premium terbarunya, Galaxy S26 Series. Di tengah kondisi ekonomi yang disebut menantang, perusahaan menerapkan strategi penjualan yang agresif dengan membuka masa prapesan (pre-order) pada 26 Februari hingga 17 Maret 2026.
Dalam periode tersebut, Samsung menawarkan keuntungan finansial yang diklaim mencapai Rp7,5 juta bagi konsumen yang melakukan pre-order. Strategi ini menyasar segmen gawai premium yang pada 2026 dinilai semakin berhati-hati dalam membelanjakan dana belasan hingga puluhan juta rupiah.
Samsung memasarkan Galaxy S26 Series dengan rentang harga mulai dari Rp16.499.000 hingga Rp31.999.000. Di tengah persaingan pasar, konsumen disebut menuntut inovasi yang lebih relevan dengan kebutuhan harian, bukan sekadar peningkatan spesifikasi perangkat.
MX Product Marketing Senior Manager Samsung Electronics Indonesia, Ilham Indrawan, menyatakan Galaxy S26 Series dihadirkan untuk menjawab kebutuhan pengguna saat ini. Menurutnya, perangkat tersebut membawa terobosan pada layar melalui fitur Privacy Display. Ia juga menyebut kemampuan Galaxy AI ditingkatkan agar lebih personal serta membantu multitasking dan kreativitas sesuai gaya hidup pengguna.
Samsung menempatkan program pre-order sebagai salah satu daya tarik utama untuk mendorong pembelian lebih awal. Namun, pertanyaan yang muncul bagi calon konsumen adalah apakah keuntungan pre-order benar-benar lebih menguntungkan dibanding menunggu harga turun.
Dalam materi yang disampaikan, Samsung menyebut total keuntungan pre-order bisa mencapai Rp7,5 juta. Rincian perhitungan keuntungan tersebut disebut akan dibedah secara matematis, seiring upaya perusahaan meyakinkan konsumen untuk menebus perangkat di rentang harga premium tersebut.