BERITA TERKINI
Riset ULM Kembangkan Konversi Limbah PFAC dan FAME Sawit Menjadi Prekursor Avtur

Riset ULM Kembangkan Konversi Limbah PFAC dan FAME Sawit Menjadi Prekursor Avtur

Peneliti Universitas Lambung Mangkurat (ULM) mengembangkan inovasi konversi katalitik produk samping kelapa sawit menjadi bahan bakar avtur atau high grade jet fuel precursor melalui proses hidrogenasi selektif. Riset ini memanfaatkan limbah Palm Fatty Acid Distillate (PFAC) dan Fatty Acid Methyl Ester (FAME) sebagai bahan baku utama untuk menghasilkan produk oleokimia bernilai tinggi bagi industri energi.

Berdasarkan informasi yang dimuat di laman BPDP pada Minggu (15/03/2026), proses hidrogenasi katalitik yang menggunakan katalis logam transisi termodifikasi timah (Sn) dilaporkan mampu menghasilkan yield hidrokarbon alifatik lebih dari 93 persen untuk kebutuhan bahan bakar penerbangan.

Pengembangan riset yang dilakukan Rodiansono dan tim berfokus pada penggunaan katalis bimetallic alloy berbasis nikel (Ni), palladium (Pd), serta rutineum (Ru) untuk mencapai efisiensi aktivitas dan selektivitas tinggi. Dari konversi tersebut, produk oleokimia yang dihasilkan mencakup palm oil fatty alcohol (PFAIc) seperti heksadekanol, oktadekanol, dan dodekanol, dengan tingkat perolehan berdasarkan gas kromatografi dilaporkan berada di atas 94 persen.

Adapun komponen hidrokarbon alifatik sebagai bahan baku avtur yang dihasilkan mencakup senyawa heksadekana dan dodekana. Perolehan optimal untuk komponen ini disebut dicapai melalui penggunaan katalis spesifik Palladium-Molybdenum Oxide (Pd-MoOx/C).

Penelitian tersebut juga mengidentifikasi sejumlah kombinasi katalis yang dinilai terbaik untuk mendukung performa sistem batch maupun semi flow fixed-bed. Untuk kategori berbasis rutineum, kombinasi yang disebut meliputi Ru-Sn/TiO2, Ru-Sn/Nb2O5, dan RuMoOx/C. Sementara untuk kategori berbasis nikel, kombinasi yang dicatat antara lain Ni-Sn/TiO2, Ni-Sn/gamma-Al2O3, dan Ni-Sn/Nb2O5.

Dalam pengembangannya, pemanfaatan sistem semi flow fixed-bed dilaporkan memberikan stabilitas operasional yang baik dalam proses sintesis dan karakterisasi katalis sebelum diaplikasikan pada reaktor hidrogenasi untuk memproses bahan baku mentah.

Aspek fundamental riset ini mencakup sintesis, karakterisasi, hingga fase pabrikasi katalis agar dapat diimplementasikan pada skala industri. Tujuannya untuk mempercepat hilirisasi produk turunan kelapa sawit secara masif dan terukur.

Keberhasilan riset tersebut diklaim memberi alternatif penyediaan energi terbarukan melalui transformasi asam lemak sawit menjadi produk bernilai ekonomi tinggi dengan spesifikasi teknis yang sesuai standar bahan bakar pesawat. Integrasi teknologi katalis logam transisi disebut menjadi kunci untuk mengurangi ketergantungan pada bahan baku fosil dengan memaksimalkan potensi sumber daya lokal yang tersedia melimpah.

Data ilmiah dalam riset itu juga menunjukkan efektivitas katalis nikel dan palladium dalam mengolah residu minyak sawit berpotensi menekan biaya produksi oleokimia sekaligus menjaga kualitas produk akhir agar tetap kompetitif secara global.