Kecerdasan buatan (AI) yang berkembang pesat diproyeksikan memengaruhi berbagai jenis pekerjaan. Hal itu tercermin dalam laporan terbaru Microsoft yang memetakan profesi-profesi dengan tingkat keterpaparan tinggi terhadap kemampuan AI, sekaligus pekerjaan yang dinilai masih relatif aman.
Dalam riset tersebut, Microsoft menganalisis sekitar 100.000 percakapan pengguna dengan Bing Copilot, chatbot berbasis AI milik perusahaan itu. Data diambil pada periode Januari hingga September 2024 dari pengguna di Amerika Serikat, lalu disesuaikan dengan data pekerjaan dari O*NET dan BLS (Bureau of Labor Statistics). Microsoft menyatakan data bersifat anonim dan tidak disimpan atau langsung dihapus.
Melalui analisis itu, Microsoft mengidentifikasi aktivitas kerja yang paling sering dibantu AI serta potensi keberhasilan AI dalam menyelesaikan tugas pengguna. Temuan kemudian dihitung menjadi skor keterpaparan atau AI applicability untuk tiap profesi, dengan rentang 0 hingga 1. Semakin mendekati 1, semakin besar potensi dampak AI terhadap pekerjaan tersebut.
Peneliti utama Microsoft Research, Kiran Tomlinson, menekankan bahwa tingginya skor tidak otomatis berarti suatu profesi akan hilang. Menurutnya, AI saat ini banyak mendukung tugas-tugas tertentu—terutama riset, penulisan, dan komunikasi—namun tidak berarti mampu sepenuhnya menggantikan keseluruhan profesi.
Profesi dengan keterpaparan tertinggi
Dalam daftar yang disusun Microsoft, penerjemah dan juru bahasa berada di posisi teratas sebagai profesi yang paling rentan terdampak AI, disusul juru bicara. Sejumlah pekerjaan lain di bidang komunikasi, layanan pelanggan, media, pendidikan, hingga keuangan juga masuk dalam kelompok dengan skor tinggi. Berikut beberapa profesi yang disebut paling rentan terdampak AI beserta skornya:
Penerjemah dan Juru Bahasa (0,49), Sejarawan (0,48), Pramugari (0,47), Sales layanan jasa (0,46), Penulis dan Pengarang (0,45), Staf Layanan Pelanggan (0,44), Programmer Mesin CNC (0,44), Operator Telepon (0,42), Agen Tiket dan Travel (0,41), Penyiar Radio dan DJ (0,41), Petugas Administrasi Pasar Modal/Brokerage Clerks (0,41), Pengajar Manajemen Pertanian dan Rumah Tangga (0,41), Telemarketing (0,40), Resepsionis Hotel (0,40), Ilmuwan Politik (0,39), Reporter dan Jurnalis (0,39), Ahli Matematika (0,39), Penulis Teknis (0,38), Editor Naskah (0,38), Pemandu Tamu/Host-Hostess (0,37), Editor (0,37), Dosen Bisnis (0,37), Humas (0,36), Promotor Produk (0,36), Sales Iklan (0,36), Petugas Akun Baru (0,36), Asisten Statistik (0,36), Petugas Sewa & Konter (0,36), Data Scientist (0,36), Penasihat Keuangan (0,35), Arsiparis (0,35), Dosen Ekonomi (0,35), Web Developer (0,35), Analis Manajemen (0,35), Ahli Geografi (0,35), Model (0,35), Analis Riset Pasar (0,35), Operator Telekomunikasi Darurat (0,35), Operator Telepon (0,35), serta Dosen Ilmu Perpustakaan (0,34).
Microsoft menilai temuan ini menunjukkan penggunaan AI generatif tidak lagi terbatas pada sektor teknologi. Dampaknya dinilai merambah ke berbagai bidang publik yang sebelumnya dianggap relatif aman dari disrupsi, termasuk media, pendidikan, keuangan, pariwisata, dan layanan pelanggan.
Pekerjaan yang dinilai relatif aman
Di sisi lain, laporan tersebut juga memuat daftar pekerjaan yang diperkirakan masih cukup aman dari ancaman AI. Profesi-profesi ini umumnya menuntut keterampilan manual, tenaga fisik, intuisi, serta kemampuan penilaian dalam situasi kompleks yang dinilai belum dapat direplikasi AI.
Sejumlah contoh pekerjaan yang disebut antara lain operator kapal keruk, penjaga jembatan dan bendungan, operator instalasi dan sistem pengolahan air, pembuat cetakan dan inti logam, operator jalur rel dan peralatan pemeliharaan, operator mesin pemancang, tukang amplas dan finishing lantai, petugas rumah sakit (orderlies), pengemudi perahu bermotor, operator peralatan penebangan kayu, tukang ganti dan perbaiki ban, petugas pengangkut sampah dan daur ulang, petugas sedot septik dan pembersih pipa saluran air limbah, pemasang dan teknisi katup serta sistem kontrol, riggers, nelayan dan pekerja terkait perikanan, asisten tukang pipa dan tukang ledeng, pekerja besi tulangan dan beton, pekerja hutan dan konservasi, pembersih bahan berbahaya, pekerja struktur besi dan baja bangunan, tukang cat bangunan dan pemeliharaan, tukang plester dan semen dinding, pelatih fisik, pengawet jenazah, insinyur kapal, terapis pijat, ahli atap, operator mesin penggali dan pengangkut, pekerja isolasi lantai/dinding/langit-langit, tukang las/pemotong/penyambung logam, tukang ledeng, pembuat boiler dan tangki tekanan, teknisi perbaikan peralatan rumah tangga, petugas pemadam kebakaran, operator derek dan menara, petugas pengendalian hama, masinis dan pengawas kereta api, asisten bedah, serta operator kereta bawah tanah dan trem.
Laporan tersebut menekankan, studi ini dimaksudkan sebagai pengingat bahwa transformasi digital sudah berlangsung dan mendorong pekerja untuk beradaptasi. Microsoft juga menggarisbawahi bahwa skor keterpaparan yang tinggi tidak berarti pekerjaan pasti hilang, melainkan menunjukkan kecocokan antara aktivitas kerja tertentu dengan kemampuan AI saat ini.