Penelitian yang dilakukan Yuly Astuti dari Pusat Riset Kependudukan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengungkap adanya sejumlah faktor utama yang secara signifikan meningkatkan risiko bayi tidak memperoleh ASI eksklusif.
Temuan riset tersebut menyoroti bahwa kegagalan pemberian ASI eksklusif tidak terjadi secara tunggal, melainkan dipengaruhi oleh berbagai faktor risiko yang dapat meningkatkan peluang bayi tidak mendapatkan ASI eksklusif.
Meski demikian, rincian faktor-faktor yang dimaksud tidak dijabarkan dalam informasi yang tersedia. BRIN melalui riset ini menegaskan pentingnya pemahaman terhadap faktor risiko sebagai dasar untuk menekan kemungkinan bayi tidak memperoleh ASI eksklusif.