Huawei merilis Mate X7 sebagai smartphone lipat terbaru mereka sekaligus flagship pertama yang resmi dibawa ke Indonesia pada 2026. Meski demikian, ini bukan debut foldable Huawei di pasar Tanah Air. Pada 2025, perusahaan sudah menghadirkan Mate X6 serta Mate XT yang mengusung konsep lipat tiga.
Huawei menyebut Mate X7 membawa peningkatan yang lebih matang dibanding generasi sebelumnya, mulai dari desain, durabilitas layar, hingga ketahanan terhadap air dan debu. Berikut rangkuman aspek pentingnya berdasarkan pengujian dan klaim yang disampaikan.
Isi paket penjualan
Di dalam boks, pengguna mendapatkan unit ponsel dengan screen protector yang sudah terpasang pada main screen dan cover screen. Kelengkapannya mencakup charger 66W, kabel USB-C, SIM tray ejector, serta case untuk back cover yang dilengkapi kickstand. Untuk bagian layar tidak disertakan pelindung berupa case, yang disebut sebagai hal wajar pada perangkat foldable. Secara keseluruhan, isi paket dinilai cukup lengkap untuk kelas harganya.
Desain dan dimensi
Mate X7 mengusung desain yang menonjolkan kesan mewah dan premium. Modul kamera menggunakan “Time Space Gate Design” dengan ukuran besar, yang seolah menegaskan kamera sebagai salah satu sektor utama yang diunggulkan.
Pilihan warna yang disebutkan meliputi Nebula Red dan Black dengan material vegan leather, serta Brocade White yang memakai back cover “Light Woven Brocade”. Bagian frame menggunakan material metal dengan finishing glossy.
Dimensi perangkat saat terbuka adalah 156,8 x 144,2 x 4,5 mm, sedangkan saat terlipat 156,8 x 73,8 x 9,5 mm. Bobotnya 242 gram dengan screen protector terpasang di kedua layar, sementara tanpa pelindung layar diklaim 236 gram.
Ketahanan air dan debu: IP58 dan IP59
Huawei Mate X7 dibekali rating IP58 dan IP59. Angka 5 pada IP58 menandakan perlindungan terbatas terhadap debu—debu masih mungkin masuk, namun tidak sampai mengganggu fungsi perangkat. Sementara angka 8 dan 9 terkait ketahanan terhadap air.
IP58 berarti perangkat lolos uji direndam di air bersih. Di laboratorium Huawei, ponsel diuji dengan perendaman hingga kedalaman 2 meter selama 30 menit. IP59 menunjukkan ketahanan terhadap semprotan air bertekanan tinggi; Huawei menguji dengan semprotan air bertekanan tinggi bersuhu maksimal 80 derajat Celcius. Peningkatan ini dibanding pendahulunya, Mate X6, yang disebut hanya memiliki rating IPX8.
Meski demikian, perangkat tidak disarankan untuk sengaja dicelupkan ke air. IP rating diposisikan sebagai proteksi tambahan, bukan untuk pengujian ekstrem.
Tata letak tombol dan audio
Dalam kondisi terbuka, sisi kanan memuat tombol power yang sekaligus berfungsi sebagai pemindai sidik jari, serta tombol volume naik/turun. Sisi atas berisi mikrofon dan grill speaker, sisi kiri kosong. Di bagian bawah terdapat mikrofon, port USB-C, dan grill speaker lain. Dengan demikian, perangkat ini memiliki dua mikrofon dan dua speaker. Kualitas suaranya disebut khas flagship dengan volume yang cukup lantang.
Main screen 8 inci: OLED 120 Hz dan klaim durabilitas berlapis
Layar utama berukuran 8 inci menggunakan panel OLED dengan refresh rate adaptif hingga 120 Hz dan resolusi 2416 x 2210 piksel. Huawei mengklaim peak brightness mencapai 2.500 nits (pada sebagian kecil layar saat HDR). Dalam pengujian indoor, brightness maksimal berada di sekitar 600 nits, sedangkan simulasi outdoor di kisaran 1.000 nits.
Untuk pengaturan warna, tersedia dua mode: Normal dan Vivid. Mode Normal diatur mendekati 100% sRGB untuk kebutuhan seperti pengeditan foto atau video agar warna tidak bergeser di layar lain. Mode Vivid diatur mendekati 100% DCI-P3 untuk tampilan warna yang lebih mencolok, misalnya saat menikmati konten atau bermain gim.
Huawei juga menekankan peningkatan durabilitas layar lipatnya melalui struktur tiga lapisan: Carbon Fibre Support Layer, Ultra Thin Glass Impact Resistant Layer, dan non-Newtonian fluid Protective Layer. Kombinasi tersebut diklaim memberikan bending resistance hingga 100% dan impact resistance 20% lebih tinggi dibanding generasi sebelumnya.
Engsel baru dan lipatan layar (crease)
Mate X7 menggunakan “New Advanced Precision Hinge” yang diklaim lebih canggih. Saat dibuka, mekanismenya terasa ringan dengan efek seperti pegas, namun tetap kokoh baik dalam kondisi terlipat maupun terbuka. Huawei menyebut engsel ini telah melewati uji lipat hingga 1 juta kali dan mendukung penggunaan pada berbagai sudut kemiringan, termasuk posisi setengah terbuka.
Soal crease, lipatan layar disebut nyaris tidak terlihat saat awal pemakaian. Seiring waktu lipatan bisa makin tampak, tetapi dikatakan tidak mengganggu dan biasanya terlihat pada sudut serta pencahayaan tertentu.
Di pojok kanan atas main screen terdapat kamera selfie 8 MP (bukan under display) dengan bukaan f/2.2, fixed focus, dan perekaman video hingga 4K 30 fps.
Cover screen 6,49 inci: desain lebar dan Kunlun Glass
Layar cover berukuran 6,49 inci dengan panel OLED, refresh rate adaptif hingga 120 Hz, dan resolusi 2444 x 1080 piksel. Huawei mengklaim peak brightness mencapai 3.000 nits (pada sebagian kecil layar saat HDR). Dalam pengujian indoor, brightness maksimal berada di sekitar 600 nits, sedangkan simulasi outdoor sekitar 1.048 nits—secara umum mirip dengan layar utama.
Mode warna juga terdiri dari Normal (mendekati 100% sRGB) dan Vivid (mendekati 100% DCI-P3). Huawei mengusung konsep cover screen yang lebar agar pengalaman penggunaan saat perangkat terlipat tetap terasa seperti smartphone non-foldable.
Cover screen menggunakan Ultra Durable Crystal Armour Kunlun Glass, yang diklaim memiliki ketahanan gores hingga 16 kali lebih kuat serta daya tahan benturan hingga 25 kali lebih tinggi dibanding kaca biasa.
Di bagian atas cover screen terdapat kamera selfie 8 MP dengan f/2.2, fixed focus, dan perekaman video hingga 4K 30 fps—serupa dengan kamera selfie pada layar utama.
Modul kamera utama: 50 MP utama, 40 MP ultrawide, 50 MP telephoto macro
Di sisi cover screen, Mate X7 membawa modul kamera utama yang terdiri dari tiga kamera. Kamera utama 50 MP Ultra Lighting HDR Camera diklaim menawarkan dynamic range 17,5 EV, memiliki bukaan variabel f/1.49–f/4.0, sensor 1/1.28 inci, OIS, autofocus, serta perekaman video hingga 4K 60 fps.
Kamera ultra-wide beresolusi 40 MP dengan f/2.2, autofocus, dan perekaman 4K 60 fps. Sementara kamera telephoto macro 50 MP memiliki f/2.2, OIS, autofocus, dan juga mendukung perekaman 4K 60 fps.
Dengan kombinasi desain premium, peningkatan ketahanan terhadap air dan debu, penguatan durabilitas layar, serta konfigurasi kamera yang diposisikan sebagai andalan di kelas foldable, Huawei Mate X7 hadir sebagai opsi foldable flagship yang menekankan kematangan di berbagai aspek.